Faktor-faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat
DOI:
https://doi.org/10.32584/jkmk.v4i1.572Kata Kunci:
Kepatuhan, Prinsip Enam Benar Pemberian ObatAbstrak
Perawat sebagai petugas yang langsung memberikan pelayanan kepada pasien, diharapkan mampu mengembangkan dan memelihara prosedur pemberian obat yang aman guna memberikan pelayanan dan proteksi terbaik bagi pasien. Tujuan studi literatur ini yaitu mengidentifikasi faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat. Metode penulisan yang digunakan yaitu Systematic Literatur Review untuk menelusuri berbagai faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam pemberian obat. Data yang diambil adalah artikel seputar enam benar prinsip pemberian obat dan faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat. Literatur dari sumber terpercaya dalam Bahasa Inggris dan Indonesia dengan rentang penerbitan 2004-2019. Data yang terkumpul dilakukan critical appraisal tool sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai menjadi 9. Hasil review menunjukan terdapat beberapa faktor terkait kepatuhan perawat dalam pemberian obat yaitu pengetahuan dan sikap yang baik, adanya SOP dan kebijakan, beban kerja yang tidak terlalu berlebihan serta perawat yang bekerja sudah lama. Kesimpulan studi literatur ini yaitu faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat adalah tingkat pengetahuan, sikap, ketersediaan SOP, beban kerja dan lama kerja perawat.
Referensi
Darmawan, S. (2017). Analisis Pengetahuan Dan Sikap Perawat Terhadap Kepatuhan Penerapan 6 Benar Pemberian Obat Injeksi.
Fatimah, F. S., & Rosa, E. M. (2014). Efektivitas Pelatihan Patient Safety ; Komunikasi S-BAR pada Perawat dalam Menurunkan Kesalahan Pemberian Obat Injeksi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit II Effectiveness Patient Safety Training ; SBAR Communication in Nursing to Reduce of Er. 2(1), 32–41.
Hardianti, A. (2016). hubungan Pengetahuan dan Sikap dnegan Motivasi Perawat dalam Menerapkan Prosedur Pelaksanaan Pemberian Obat di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar. Jurnal Ilmu Kesehatan Diagnosis.
Harmiady R. (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Prinsip 6 Benar dalam Pemberian Obat oleh Perawat Pelaksana di Ruang Interna dan Bedah Rumah Sakit Haji Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan. Diagnosis, 5 (4), 659–663.
Haryani, S. (2018). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Prinsip Enam Tepat Pemberian Obat. Jurnal Media Kesehatan, 8(1), 71–77. https://doi.org/10.33088/jmk.v8i1.260
Hura, A. I. S. (2014). Faktir-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Prinsip Enam Benar dalam Pemberian Obat oleh Perawat di Ruang Rawat Inap RSU. Sari Mutiara Medan.
Kuntarti, K. (2014). Tingkat Penerapan Prinsip ‘Enam Tepat’ Dalam Pemberian Obat Oleh Perawat Di Ruang Rawat Inap. Jurnal Keperawatan Indonesia, 9(1), 19–25. https://doi.org/10.7454/jki.v9i1.155
Mustika, A. S., & Effendi, C. (2008). Gambaran Penerapan Prinsip Enam Benar Obat pada Tindakan Injeksi. 151(8).
Parry, A. M., Barriball, K. L., & While, A. E. (2015). Factors contributing to registered nurse medication administration error: a narrative review. International Journal of Nursing Studies, 52(1), 403–420. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2014.07.003
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamental Keperawatan. Salemba Medika.
Pranasari, R. (2016). Gambaran Pemberian Obat dengan Prinsip Tujuh Benar oleh Perawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
Putra, D. (2012). Hubunan Karakteristik Perawat Terhadap Prosedur Pemasangan Infus di Rumah Sakit Umum Daerah Curup.
Robbins, P. S., & Judge, T. A. (2008). Perilaku Organisasi (12th ed.). Salemba Medika.
Setianingsih, & Septiyana, R. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan dan Lama Kerja Perawat dengan Penerapan Prinsip “Enam Tepat†dalam Pemberian Obat. Jurnal.Unimus.Ac.Id, 7, 177–187.
Siregar, C. . (2013). Farmasi Klinik Teori dan Terapan. EGC.
Sitepu, E., Dwiprahasto, I., & Budiarti, E. (2015). Evaluasi Implementasi Medication Safety Practice Berdasarkan Perspektif Enam Benar di Rumah Sakit Advent Bandung. 1–7.
Sthephani, P., & Dewanto, A. (2014). Faktor Penghambat Pelaksanaan SPO 7 Benar dalam Pemberian Obat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Panti Nirmala Factors. 513–517.
Vioneery, D. (2014). Penerapan Prinsip Enam Benar Pemberian Obat Melalui Intravena dalam Mencegah Kejadian Medication Error dengan Pendekatan Nursing As Caring Di Ruang Rawat Inap Instalasi Bedah Seruni RSUD dr. M. Yunus bengkulu.
Virawan, M. K. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Staf Perawat Dan Staf Farmasi Menggunakan Enam Benar Dalam Menurunkan Kasus Kejadian Yang Tidak Diharapkan Dan Kejadian Nyaris cedera Di Rumah Sakit Umum Surya Husadha. Tesis, 1, 83.
Vrbnjak, D., Denieffe, S., O’Gorman, C., & Pajnkihar, M. (2016). Barriers to reporting medication errors and near misses among nurses: A systematic review. International Journal of Nursing Studies, 63, 162–178. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2016.08.019
Wahyuni, R. M. (2015). Perilaku Perawat Menerapkan Prinsip Enam Benar Pemberian Obat Mencegah Kejadian Tidak Diharapkan. Journal of Ners Community, 6(1), 1–7.
Zaree, T. Y., Nazari, J., Jafarabadi, M. A., & Alinia, T. (2018). Impact of Psychosocial Factors on Occurrence of Medication Errors among Tehran Public Hospitals Nurses by Evaluating the Balance between Effort and Reward. Safety and Health at Work, January, 6–12. https://doi.org/10.1016/j.shaw.2017.12.005
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Eni Nuryani, Luky Dwiantoro, Devi Nurmalia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

