HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL DENGAN POLA ASUH PADA ORANG TUA DENGAN ANAK STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.32584/jika.v7i2.2999Keywords:
kesehatan mental, pola asuh pada orang tua, stuntingAbstract
Latar Belakang: Balita usia 12-59 bulan, bayi usia 0-11 bulan, dan bayi baru lahir usia 0-28 hari merupakan bagian dari Masa Balita, yaitu masa setelah lahir sampai sebelum berusia 59 bulan. Kesehatan bayi dan balita sangat penting untuk diperhatikan karena pada masa ini perkembangan fisik dan mentalnya terjadi sangat cepat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kesehatan mental dengan pola asuh pada orang tua yang memiliki anak stunting. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak stunting yang berjumlah 28 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 28 orang. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik chi-square diperoleh nilai p-Value sebesar 0,009 yang berarti p<0,05 maka H0 ditolak. Kesimpulan: Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kesehatan mental dengan pola asuh pada orang tua yang memiliki anak stunting. Diterima. Saran: Masyarakat berperan penting dalam mendukung orang tua dalam menjaga kesehatan mental dan pola pengasuhan yang baik. Masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung orang tua dengan terhambatnya pertumbuhan anak melalui kelompok dukungan sosial, seperti kelompok ibu, yang dapat berbagi pengalaman dan memberikan dukungan emosional.
Kata kunci: kesehatan mental, pola asuh, stunting
References
Aditya, R., & Pratiwi, S. (2020). Pengaruh Pola Asuh terhadap Kesehatan Mental Orang Tua dengan Anak Stunting. Jurnal Psikologi Keluarga, 5(2), 109–117.
Agung widiastuti. (2022). Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan. 17(1), 153–164.
Arini, D., Mayasari, A. C., & Rustam, M. Z. A. (2019). Motor and Cognitive Development Disorders in Toodler Children with Stunting in the Coastal Area of Surabaya. Journal of Health Science and Prevention, 3(2), 122–128.
Azizah, N., & Nurhayati, E. (2022). The Role of Parenting in Supporting Growth and Development of Stunted Children in Urban Areas. Journal of Parenting and Child Development, 10(1), 45-55.
Azwar, S. (2022). REABILITAS DAN VALIDITAS: EDISI 4. Pusataka pelajar.
Darmagita, shadira vianni, & Susanto, H. (2022). Adaptasi Alat Ukur Parental Authority questionnaire revised (PAQ-R) Untuk Orang Tua Dengan Anak Usia 2-18 Tahun. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 11(4), 561–574. https://doi.org/hhtp://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v11i4
Dinkes. (2021). Pola Asuh Orang Tua dan Dampaknya Terhadap Anak.
Fitria, N., Hidayati, S., & Rizky, M. (2022). Dukungan Sosial dan Kesehatan Mental Orang Tua Anak Stunting: Sebuah Kajian. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(3), 215–222.
Guna, M. S. R., Soesilo, T. D., & Windrawanto, Y. (2019). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemampuan Pengambilan Keputusan Mahasiswa Pria Etnis Sumba Di Salatiga. Psikologi Konseling, 14(1), 340–352. https://doi.org/10.24114/konseling.v14i1.13731
Hidayati, D. U., Yulastini, F., Fajriani, E., Nasution, E., Nisa, H., Ryski, S., Tarigan, B., Eva Lestari, Zahroh Shaluhiyah, Mateus Sakundarno Adi, Fauziatin, N., Kartini, A., Nugraheni, S., Promosi-Kesehatan, M., Masyarakat, F.-K., Kesehatan-Masyarakat, F., Nurlinda, N., Zarkasyi R, R., Wahyuni Sari, R., … Feby Lestari, K. (2021). Hubungan Pengetahuan dan Pola Asuh Orang Tua Dengan KejadianStunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lambunu 2Kecamatan Bolano Lambunu. MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia): The Indonesian Journal of Health Promotion, 6(2), 372–376.
Jawa Barat, P. (2023). Laporan Penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Barat.
Johnson, D., & Williams, L. (2020). Mental health and parenting practices: A study of parents with stunted children. Journal of Parenting Research, 12(4), 89–102.
Kemenkes. (2022a). Anak-anak 5-9 Tahun.
Kemenkes. (2022b). Faktor-faktor Penyebab Kejadian Stunting pada Balita.
Kemenkes. (2023). 4 gejala stunting yang harus di waspadai.
Kurniawan, R., Suryadi, T., & Fitriani, N. (2021). Pengaruh kesehatan mental ibu terhadap pola asuh pada keluarga dengan anak stunting di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 13(3), 115-124.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi revi). Rineka Cipta.
Putri, A., & Harahap, D. (2020). Hubungan kesehatan mental ibu dengan kualitas pola asuh pada keluarga dengan anak stunting. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Anak, 8(2), 45-56.
Rahayu, R., & Dewi, N. (2020). Pola Asuh Orang Tua Anak Stunting: Peran Pengetahuan dan Dukungan Sosial. Jurnal Kesehatan Anak, 4(1), 45–53.
Retnaningtyas, E., Astutik, F., Wati, A. F., & Malo, S. (2020). Analisis Kemampuan Aplikasi Metode Kalender Keluarga Berencana Wanita Usia Subur (WUS) Dalam Menentukan Masa Subur Di Puskesmas Balowerti Kota Kediri. Journal for Quality in Women’s Health, 3(1), 44–49. https://doi.org/10.30994/jqwh.v3i1.48
Ridlo, I. A. (2020). Pandemi COVID-19 dan Tantangan Kebijakan Kesehatan Mental di Indonesia. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 5(2), 162. https://doi.org/10.20473/jpkm.v5i22020.162-171
Smith, A., Johnson, M., & Williams, B. (2019). The impact of parental mental health on child rearing practices in families with stunted children. Journal of Child Development, 34(2), 123–138.
Sonia, G., & Apsari, N. C. (2020). Pola Asuh Yang Berbeda-Beda Dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 128. https://doi.org/10.24198/jppm.v7i1.27453
Sugiyono. (2022a). Metode Penelitian Kuantitati,Kualitatif,dan R&D/Sugiyono (29th ed.). Bandung:Alfabate.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitati,Kualitatif,dan R&D/Sugiyono (29th ed.).
Sugiyono, prof. D. (2022b). Metode penelitian kuantitatif kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Penerbit Alfabeta Bandung.
Supriyadi, A. (2021). Stres dan Kesehatan Mental Orang Tua Anak Stunting: Analisis Kualitatif. Jurnal Psikologi Anak, 8(1), 33–40.
Susanti, I., & Hartini, S. (2022). Pengaruh Pola Asuh terhadap Perkembangan Anak Stunting. Jurnal Pendidikan Keluarga, 7(3), 112–118.
Syaputra, Y. (2021). Hubungan antara Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup Mahasiswa Pada Masa Pandemi COVID-19. Repository.Uin-Suska.Ac.Id, HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN KUALITAS HIDU.
Wahyuni, E., Sari, D., & Putri, M. (2021). Stres, Kesehatan Mental, dan Pola Asuh pada Orang Tua Anak Stunting. Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Masyarakat, 6(2), 77–85.
Wahyuni, R., Santoso, A., & Dewi, K. (2023). Fathers’ Involvement in Parenting and Its Impact on Stunted Children’s Development. Journal of Family and Community Health, 15(2), 99-108.
Yadika, adilla dwi nur. (2019). Hubungan riwayat pemberian asi eksklsip dengan kejadian stunting pada balita(usia 24-59bulan) di wilayah kerja puskesmas way urang kabupaten lampung selatan.
Yusuf, M., Rahmadani, A. L., Lestari, Y., & Kurniawan, D. S. (2022). Urgensi Pendidikan Islam dalam Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Lingkungan Sekolah pada Era Media Sosial. IQ (Ilmu Al-Qur’an): Jurnal Pendidikan Islam, 5(01), 1–17. https://doi.org/10.37542/iq.v5i01.338
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

