Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat
DOI:
https://doi.org/10.32584/jkmk.v5i1.1462Keywords:
beban kerja, instalasi gawat darurat, tingkat stres kerja perawatAbstract
Peningkatan jumlah kunjungan pasien menyebabkan peningkatan beban kerja perawat, banyaknya tugas tidak sebanding dengan kemampuan maka akan menjadi sumber stres. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap mutu pelayanan yang dilakukan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 22 orang perawat dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data beban kerja perawat dilakukan dengan melakukan observasi Time And Motion Study sedangkan data tingkat stres kerja diambil dengan kuisioner Personal Stres Inventory. Hasil penelitian beban kerja perawat didapatkan data perawat dengan beban kerja sedang sebanyak 8 responden (36,4%), dan beban kerja tinggi sebanyak 8 orang (36,4%), sedangkan tingkat stres kerja perawat didapatkan data perawat dengan stres kerja sedang sebanyak 16 responden (72,7 %). Setelah dilakukan analisa data menggunakan korelasi Spearman Rank didapatkan nilai p value sebesar 0.01 lebih kecil dari 0.05 dengan Correlation Coefficient sebesar 0.536. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat Di Ruang IGD RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Saran peneliti perlu adanya poliklinik 24 jam sehingga dapat menurunkan beban kerja perawat IGD sehingga tidak mengakibatkan peningkatan tingkat stres kerja pada perawat
References
Dargahi, N., & S. G. (2012). Life change units (LCU) rating as stressor in Iranian Hospitals’ nurses. Acta Medic Iranica. 50 (2), 138–146.
Dewi, Y. (2014). Stres Kerja pada Perawat Instalasi Gawat Darurat di RSUD Pasar Rebo.
Doni Ibnu Hajar, A. (2014). Hubungan Tingkat Pendidikan Perawat dengan Mutu Pelayanan Keperawatan pada Pasien Di Rumah Sakit Daerah Kalisat Jember.
Fathoni. (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Basic Life Support dengan Perilaku Perawat dalam Pelaksanaan Primary Survey di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Womogiri. Ejournal Keperawatan (e-Kep), 1.
Haryanti. (2013). Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Stres Kerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Kabupaten Semarang. Jurnal Managemen Keperawatan, 1, 48–56.
Heath and Safety Executive. (2019). Work-related stress, anxiety or depression statistics in Great Britain. December.
Ilyas, Y. (2011). Perencanaan SDM Rumah Sakit, Teori, Motoda Dan Formula Cetakan Ketiga.Depok, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.
Kemenkes. (2019). Data Pemanfaatan Jaminan Keselamatan Nasional (JKN).
Muthmainah, I. (2012). Faktor-faktor Penyebab Stres Kerja di Ruangan ICU Pelayanan Jantung Terpadu dr. Cipto Mangukusuma. Depok :Fakultas Ilmu Keperawatan.
Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Medika Salemba.
Oktaviani W, M. (2017). Hubungan Antara Stres Kerja Perawat Dengan Kinerja Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Dan Intensive Care Unit Rsu Pancaran Kasih GMIM Manado. Jurnal Keperawatan, 5(2).
Potter, P. &. (2015). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep,Proses Dan Praktek4nd. Jakarta.EGC.
PPNI. (2012). Standart Kompetensi Perawat Indonesia.
Primaldhi, A. (2006). Hubungan Antara Tipe Kepribadian Neuroticism, Strategi Coping Dan Stres Kerja. Jurnal Psikologi Sosial, 14, 205 - 217.
Sunyoto, D. (2013). Sumber Daya Manusia.
Suratmi. (2015). Hubungan Beban Kerja Dengan Stress Kerja Perawat Pelaksana Di Ruang IGD RSUD dr. Soegiri lamongan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Puput Risti Kusumaningrum, Esri Rusminingsih, Roby Noor Jayadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

