APLIKASI DISTRAKSI EKSPRESI PERASAAN PADA KLIEN SKIZOFRENIA TAK TERINCI DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN: STUDI KASUS
Keywords:
Halusinasi Pendengaran, Skizofrenia, Terapi bercakap-cakapAbstract
Latar Belakang: Skizofrenia masih menjadi permasalahan di Indonesia. Salah satu gejala positif dari skizofrenia adalah halusinasi pendengaran. Pasien dengan halusinasi pendengaran biasanya akan mengalami penurunan kemampuan individu dalam kehidupan sehari-harinya. Beberapa dampak yang muncul pada pasien halusinasi adalah cemas, depresi, dan isolasi sosial. Salah satu terapi yang bisa mengurangi gejala tersebut adalah mengekspresikan perasaan pada orang lain. Tujuan: Mengaplikasikan intervensi ekspresi perasaan pada kasus halusinasi pendengaran melalui asuhan keperawatan. Gambaran Kasus: Seorang pria berusia 30 tahun mengalami trauma sebagai korban buli. Akibat koping yang tidak efektif dan kurangnya dukungan, muncullah suara-suara yang berisi menyalahkan pasien sehingga pasien tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal baru karena takut dianggap salah. Intervensi: Studi kasus desain observasi partisipasif menggunakan proses keperawatan berdasarkan Evidence-Based Practice distraksi mengekspresikan perasaan dengan bercakap-cakap yang dilakukan sekali sehari selama 3 hari dengan mengajarkan strategi pelaksanaan 1-4. Hasil: Pasien dapat mengidentifikasi isi halusinasinya, yaitu suara-suara yang selalu menyalahkan dirinya; waktu terjadinya, yaitu di pagi hari atau di tengah malam; situasi yang memicu halusinasi, yaitu saat pasien berdiam diri; manfaat distraksi perasaan, yaitu pasien merasakan suara halusinasi terdengar samar saat sedang bercakap-cakap; dan pasien sadar bahwa halusinasi yang ia alami adalah penyakit dan bukanlah hal yang salah. Kesimpulan: Distraksi ekspresi perasaan bercakap-cakap dinilai efektif dalam mengendalikan halusinasi pendengaran karena pasien mengetahui jenis halusinasi, waktunya, situasi yang menyebabkannya, dan manfaat bercakap-cakap. Saran: Diharapkan teknik distraksi untuk mengungkapkan perasaan melalui percakapan dengan pasien halusinasi pendengaran dapat diterapkan secara konsisten dan diajarkan kepada keluarga untuk mempersiapkan pelaksanaannya saat pasien kembali bersama keluarganya.
References
Aliffatunisa, F., & Apriliyani, I. (2022). Strategi Pelaksanaan Mengenal dan Menghardik Halusinasi Klien Skizofrenia Dengan Halusinasi Pendengaran. JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka, 2(2), 164–168. https://doi.org/10.36086/jkm.v2i2.1258
Amalina, A. N., Apriliyani, I., & Rahmawati, A. N. (2021). Studi Kasus pada Skizofrenia Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran pada Tn . S di Ruang Abiyasadi Rumah Sakit Jiwa Prof . dr . Soerojo. … Nasional Penelitian Dan …, 1388–1392. https://prosiding.uhb.ac.id/index.php/SNPPKM/article/view/834%0Ahttps://prosiding.uhb.ac.id/index.php/SNPPKM/article/download/834/44
Ari, P. L. D., & Pratiwi, A. (2018). Pengaruh Relaksasi Progresif terhadap Tingkat Kecemasan Pada Klien Skizoprenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Progressive Muscle Relaxation Anxiety Schizophrenia, 27–34.
Arum Pratiwi, Agus Sudaryanto, dan K. (2023). PENGARUH TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI KLIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA. Peneliti Sains &Teknologi, 5(1), 1–10.
Barus, N. S., & Siregar, D. (2020). Literature Review: the Effectiveness of Classic Music Therapy Towards Auditory Hallucination in Schizophrenia Client [Kajian Literatur: Efektivitas Terapi Musik Klasik Terhadap Halusinasi Pendengaran Pada Klien Skizofernia]. Nursing Current Jurnal Keperawatan, 7(2), 48. https://doi.org/10.19166/nc.v7i2.2313
Bayu, S. R. A., & Fatimah, W. N. (2023). Mengontrol Gangguan Persepsi Sensori Dengan Aktivitas Yang Terjadwal. JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 11(1), 11–18.
Cahayatiningsih, D., & Rahmawati, A. N. (2023). Studi Kasus Implementasi Bercakap-cakap pada Klien Halusinasi Pendengaran. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(2), 743–748. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i2.1571
Dewi, L. K., & Pratiwi, Y. S. (2021). Prosiding Seminar Nasional Kesehatan 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Penerapan Terapi Menghardik Pada Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran Prosiding Seminar Nasonal Kesehatan 202. 2332–2339.
Famela, Ira Kusumawaty, Sri Martini, Y. (2022). IMPLEMENTASI KEPERAWATAN TEKNIK BERCAKAP-CAKAP PADA KLIEN HALUSINASI PENDENGARAN. 7, 205–214.
Famela, F., Kusumawaty, I., Martini, S., & Yunike, Y. (2022). Implementasi Keperawatan Teknik Bercakap-Cakap Pada Klien Halusinasi Pendengaran. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 7(2), 205–214. https://doi.org/10.36729/jam.v7i2.869
Firdaus, R., Hernawaty, T., & Suryani, S. (2023). Penerapan Strategi Pelaksanaan Halusinasi Pada Klien Dengan Gangguan Sensori Persepsi: Halusinasi Pendengaran. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(8), 3347–3356. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i8.1407
Hani, M., Wibowo, C., & Yudiati, E. A. (2023). Efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok Distraksi Halusinasi Pada Klien Dengan Halusinasi Auditori Di Rumah Pemulihan Efata Provinsi Jawa Tengah. Link, 19(2), 102–106. https://doi.org/10.31983/link.v19i2.9847
Hasanah, N., & Piola, W. S. (2023). Analysis Of Nursing Care In Chronic Low Self-Esteem Clients With Positive Affirmation. Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan, 10(1), 32–39.
Irawati, K., Helena, N., Daulima, C., & Wardhani, I. Y. (2019). MANAJEMEN KASUS PADA KLIEN HARGA DIRI RENDAH KRONIS DENGAN ARTIKEL Riwayat Artikel ABSTRAK CASE MANAGEMENT IN LOW CHRONIC MANDIRI PRICE CLIENTS WITH CARE THEORY APPROACH. Jurnal Kesehatan, 11(2), 125–134.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Kementerian Kesehatan RI 2021. In IT - Information Technology (Vol. 48, Issue 1). https://doi.org/10.1524/itit.2006.48.1.6
Kusumawaty, I., Yunike, Y., & Gani, A. (2021). Melatih Bercakap-Cakap Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Untuk Mengontrol Halusinasi. Jurnal Salingka Abdimas, 1(2), 59–64. https://doi.org/10.31869/jsam.v1i2.3036
Muthmainnah, M., Syisnawati, S., Rasmawati, R., Sutria, E., & Hernah, S. (2023). Terapi Menggambar Menurunkan Tanda dan Gejala Klien Skizofrenia Dengan Halusinasi. Journal of Nursing Innovation, 2(3), 97–101. https://doi.org/10.61923/jni.v2i3.20
Putri, G. R., & Ambarini, T. K. (2021). Gambaran Koping Stres Dan Persepsi Dukungan Keluarga Pada Klien Skizofrenia Fase Remisi. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental, 7, 25–36.
Putri, N., & Pardede, J. A. (2022). Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Penderita Skizofrenia Dengan Masalah Isolasi Sosial Menggunakan Terapi Generalis Sp 1-4 : Studi Kasus. March, 1–37. https://doi.org/10.31219/osf.io/2t5v4
Ramdani, R., Basmalah, B., Abdullah, R., & Ahmad, E. H. (2023). Application of Capable Individual Therapy in Hearing Hallucination Clients. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(1), 117–122. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i1.911
Saputra, Z. W. (2019). Diagnosis dan Tatalaksana Skizofrenia Paranoid dengan Gejala-Gejala Positif dan Negatif Diagnosis and Management of the Paranoid Schizophrenia with Positive and Negative Symptoms. Medula Unila, 5(2), 1–6.
Sutinah, S., Harkomah, I., & Saswati, N. (2020). Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi) Pada Klien Halusinasi Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan, 2(2), 29. https://doi.org/10.20473/jpmk.v2i2.19972
Syahdi, D., & Pardede, J. A. (2022). Penerapan strategi pelaksanaan (SP) 1-4 dengan masalah halusinasi pada penderita skizofrenia: studi kasus. Psychiatric and Mental Health Nursing, 2019, 1–47. https://doi.org/10.31219/osf.io/y52rh
Wijayati, F., Nurfantri, N., & Chanitya devi, G. putu. (2019). Penerapan Intervensi Manajemen Halusinasi terhadap Tingkat Agitasi pada Klien Skizofrenia. Health Information : Jurnal Penelitian, 11(1), 13–19. https://doi.org/10.36990/hijp.v11i1.86
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

