Faktor Pekerjaan, Pola Asuh dan Komunikasi Orang Tua terhadap Temper Tantrum Anak Usia Prasekolah
DOI:
https://doi.org/10.32584/jika.v0i0.332Keywords:
komunikasi, pekerjaan, pola asuh, anak usia prasekolah, temper tantrumAbstract
Â
Temper tantrum merupakan kondisi emosional berupa masalah perilaku yang umum pada anak usia prasekolah. Namun, bias menjadi masalah jika muncul melebihi biasanya dan diikuti dengan perilaku menciderai. Salah satu factor penyebabnya adalah factor orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pekerjaan, pola asuh dan komunikasi orang tua dengan temper tantrum anak usia prasekolah. Desain yang digunakan adalah survey analytic, dengan rancangan cross sectional. Besar sampel 120 orangtua dan anak usia prasekolah dengan teknik cluster random sampling. Analisis menggunakan uji chi-square dan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh dan komunikasi orangtua dengan temper tantrum anak usia prasekolah (pv=0,001; pv=0,041; α=0,05), tetapi tidak hubungan antara pekerjaan orang tua dengan temper tantrum anak usia prasekolah (pv=0,120; α=0,05).
Â
Kata Kunci : komunikasi, pekerjaan, pola asuh, anak usia prasekolah, temper tantrum
Occupational, Parenting and Parents Communication Factors to Temper Tantrum of Preschoolers
Abstract
Temper tantrum is emotional conditions form of behavioral problems commonly in preschoolers. But, it can be problems if more than usual and followed by injurious behavior. One factor causing tantrum is parents factors. The aim of the study was to know the relationship occupational, parenting and parents communication with preschoolers temper tantrum. This study used survey analytic design with cross sectional study. The samples were 120 parents and preschoolers with cluster random sampling technique. Analysis used chi-square and spearman rank. The result showed that there were significant relationship between parenting and parents communication with preschoolers temper tantrum (pv=0,001; pv=0,041; α=0,05), but there wasn’t realtionship parents occupational with preschoolers temper tantrum (pv=0,120; α=0,05)
Â
Keyword :communication, occupational, parenting, preschoolers, temper tantrum
References
Ahsan, et al. (2016).Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua (Ibu) yang Bekerja dengan Tingkat Kecerdasan Moral Anak Usia Prasekolah (4-5) Tahun di TK Mutiara Indonesia Kedungkandang Malang. Jurnal Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya. Diakses dari https://erudio.ub.ac.id/index.php/erudio/article/view/154/146
Amalia, U. (2015). Hubungan antara Experiental Family Therapy dengan Perilaku Tantrum Anak Usia 3-6 Tahun. Jurnal Volume 1 Nomor 3, Fakultas Pendidikan, Universitas Teknologi Yogyakarta. Diakses dari http://irpp.com/indek.php/article/download/338/33828
Brooks, J. R. (2011). The Process of Parenting Edisi 8 (Edisi Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Diakses dari http://www.aijcrnet.com/journals/Vol_4_No_4_April_2014/24.pdf
Dinantia, F., et al. (2014). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Frekuensi dan Intensitas Perilaku Temper Tantrum pada Anak Toddler. Jurnal Online Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau, Volume 1 Nomor 2. Diakses dari https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/3406
Filtri, H. (2017). Perkembangan Emosional Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun Ditinjau dari Ibu yang Bekerja. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Volume 1 Nomor 1, Oktober 2017. Universitas Lancang Kuning. Diakses dari https://journal.unilak.ac.id/index.php/paud-lectura/article/view/501
Hasan, M. (2011). Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Diva Press.
Hurlock. (2010). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Jacobson, B. & Fetsch. (2013). Children’s Anger and Tantrums. Colorado State University Extension. Diakses dari https://extension.colostate.edu/topic-areas/family-home-consumer/childrens-anger-and-tantrums-10-248/
Kaluas, et al. (2015). Perbedaan Terapi Bermain Puzzle dan Bercerita Terhadap Kecemasan Anak Usia Prasekolah (3-5 Tahun) Selama Hospitalisasi di Ruang Anak RS TK. III. R. W. Mongisidi Manado. eJournal Keperawatan (e-Kp), Volume 3 Nomor 2, Mei 2015. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/7969
Kirana, R. (2013). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Temper Tantrum pada Anak Pra Sekolah (Studi Kasus di Dusun Ngemplak). Skripsi Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Diakses dari https://lib.unnes.ac.id/18549/1/1550408060.pdf
Lusiana, E. (2015). Perbedaan Risiko Temper Tantrum Anak Usia Prasekolah antara Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja di Roudlotul Atfal MAN 2 Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Jember. Diakses dari http://repository.unej.ac.id/
Mutyah, et al. (2017). Pengaruh Pendidikan dan Kecerdasan Emosional Orang Tua Terhadap Perilaku Temper Tantrum pada Anak Usia 3-6 Tahun di TK Romly Tamim Daerah Pesisir Kenjeran Surabaya. Prosiding Seminar Nasional. Diakses dari http://ejurnalp2m.stikesmajapahitmojokerto.ac.id/index.php/publikasi_stikes_majapahit/article/download/223/196
Nusrudin. (2016). Ilmu Komunikasi : Ilmiah dan Populer, Edisi 1, Cetakan 1. Jakarta: Rajawali Pers.
Psikologizone. (2012). Gangguan Perkembangan Emosional pada Anak. (online) diakses 19 Desember 2018 pukul 11.43 WIB (http://psikologizone.co.id/27/i/artikel-psikologi/publikasi.pdf)
Soetjiningsih. (2013).TumbuhKembangAnak, Edisi 2. Jakarta: BukuKedokteran EGC.
Subandi, A & Rusana. (2014). Pengalaman Orang Tua dalam Mengasuh Anak dengan Attention Deficit Hyperactive Disorders (ADHD)/Hiperaktif. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad (JKA), Volume V, Nomor 1, Maret 2014, diakses dari http://jka.stikesalirsyadclp.ac.id/index.php/jka/article/view/10/6
Tandry, N. (2010). Bad Behaviour, Tantrums and Tempers. Jakarta: Gramedia.
Wardani, P. P. K. (2016). Hubungan Pola Komunikasi Orang Tua Terhadap Kejadian Temper Tantrum pada Anak Usia Prasekolah Di PAUD X Baturraden. Thesis Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Diakses dari http://repository.ump.ac.id/1528/
Werdiningsih, et al. (2012). Peran Ibu dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak Terhadap Perkembangan Anak Usia Prasekolah. Jurnal Stikes, Volume 5 Nomor 1. Diakses dari https://scholar.google.co.id/citations?user=cDkrY38AAAAJ&hl=en
Wijirahayu, A et al.(2016). Kelekatan Ibu-Anak, Pertumbuhan Anak, dan Perkembangan Sosial Emosi Anak Usia Prasekolah. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 9 Nomor 3, September 2016. Diakses dari https://journal.ipb.ac.id/index.php/jikk/article/view/15182
Wirlania, E. Y. (2017). Hubungan Komunikasi Orang Tua dengan Perilaku Temper Tantrum pada Anak Usia Prasekolah di TK dan PAUD Pancasila II Cepoko Magetan. Program Studi S1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Mulai Madiun. Diakses dari http://repository.stikes-bhm.ac.id/198/
Wiyani, N. A. (2014). Penanganan Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.
Wulandari, A. (2013). Pelatihan Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu dalam Mengatasi Tantrum pada Anak Usia Prasekolah. Tesis Fakultas Psikologi Program Studi Ilmu Psikologi Peminatan Terapan Psikologi Anak Usia Dini, Universitas Indonesia. Diakses dari http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20334085-T32535-Agustina%20Wulandari.pdf
Yiw’Wiyouf, R. M. S., et al. (2017). Hubungan Pola Komunikasi dengan Kejadian Temper Tantrum Pada Anak Usia Pra Sekolah di TK Islamic Center Manado. Jurnal Keperawatan, Volume 5 Nomor 1, Februari 2017. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/ikp/article/viem/14694
Zakiyah, N. (2015). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Temper Tantrum pada Usia Toddler di Dukuh Pelem Kelurahan Baturetno Banguntapan Bantul. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Volume 6 Nomor 1, Mei 2016. Diakses dari http://jurnal.poltekker-solo.ac.id/
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

