Faktor Penyebab Penundaan Operasi Elektif di Rumah Sakit Pemerintah di Semarang
DOI:
https://doi.org/10.32584/jikmb.v1i1.95Keywords:
Penundaan, Operasi ElektifAbstract
Angka penundaan operasi elektif di Rumah Sakit Pemerintah Di Semarang masih tinggi dan kurang sesuai dengan indikator mutu klinis rumah sakit. Penundaan operasi elektif disebabkan karena faktor medis, faktor pasien, faktor logistik dan administrasi dan faktor lain-lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyebab penundaan operasi elektif di Rumah Sakit Pemerintah di Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskripsi kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi dan check list. Jumlah responden sebanyak 54 orang dengan teknik sampling jenuh. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisa univariat untuk mengetahui distribusi dan persentase masing-masing variabel. Karakteristik responden sebagian besar adalah laki-laki (53,7%), usia paling banyak 41-60 tahun (40,7%), tingkat pendidikan paling banyak SMA (25,9%), pekerjaan lain-lain berjumlah (53,7%), paling banyak dirawat di kelas III (66,7%) dengan fasilitas Jamkesmas (42,6%). Lama penundaan operasi elektif paling banyak >5 hari (38,9%). Penundaan operasi elektif di Rumah Sakit Pemerintah di Semarang disebabkan karena faktor medis (48,1%), faktor pasien (14,8%), faktor logistik dan administrasi (27,8%) dan faktor lain-lain (9,3%). Penundaan operasi elektif paling banyak disebabkan karena faktor medis dan sebagian besar disebabkan karena perubahan akut fungsi kardiovaskuler dan pernapasan, nilai laboratorium tidak normal dan pasien menolak operasi. Perawat diharapkan melakukan monitoring lebih intensive terhadap fungsi kardiovaskuler dan pernapasan, nilai laboratorium  dan memberikan edukasi serta motivasi pasien pre-operasi.References
Arevalo, G, et al. (2009). Causes for Cancellation of Elective Surgical Proceduresin a Spanish General Hospital. Anaesthesia 64, pages 487–493.
Atjeh, I. (2012). Akses Vaskuler pada Pediatrik.
Brunner & Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Alih Bahasa Monika Ester. Jakarta : EGC.
Chalya, P. L. (2011). Causes and Pattern of Cancellation of Elective Surgical Operation in University Teaching Hospital.
Ebirim L.N., et al. (2012). Causes of Cancellation of Elective Surgical Operations at a Teaching Hospital University. Journal of Medicine and Medical Sciences. Vol. 3(5) pp. 297-301.
Jones, S. (2012). Cancelled Surgeries and Payment by Result in the English National Health Service.
Kuraesin. (2009). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Yang Akan Menjalani Operasi Di RSUP Fatmawati.
Mahmud. (2010). Peran Perawat dalam Informed Consent Preoperasi di Ruang Bedah RS Pemangkat Kalimantan Barat.
Mesmar,et all. (2009). ReasonFor Cancellation of Elective operation of a Major Teaching Referal Hospital in Jordan.
Perry, P. (2005). Fundamental of Nursing. Jakarta : EGC.
Hamly, P.R. & Sainsbury, M.C. (2007). Manajemen Perioperatif : Penatalaksanaan Pasien Bedah di Bangsal. Jakarta : EGC.
Sabarguna, B.S. (2008). Pemasaran Pelayanan Rumah Sakit. Jakarta : Sagung Seto.
Smeltzer, S. (2002). Buku Ajar Kepererawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.
Sugiyono. (2006). Statistik untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Zafar, A, et al. (2007). Cancelled Elective General Surgical Operations in Ayub Teaching Hospital. Journal of Ayub Med Coll Abbottabad.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
