HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KENAKALAN REMAJA PADA SISWA

Authors

  • Siti Anisa Pabela Yunia
  • Liyanovitasari Liyanovitasari
  • Mona Saparwati

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikj.v2i1.296

Keywords:

Kecerdasan Emosional, Kenakalan Remaja

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang rentan dengan perilaku menyimpang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan cenderung meniru perilaku orang dewasa yang ada disekitarnya yang akan mengakibatkan terjadinya kenakalan remaja. Faktor yang mempengaruhi remaja salah satunya adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kenakalan remaja pada siswa di SMK Islam Sudirman Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan porpotional random sampling. Besarnya sampel adalah 76 siswa di SMK Islam Sudirman Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Instrumen penelitiannya berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Kendall Tau.Kemudian hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar kecerdasan emosional adalah rendah sebanyak 34 responden (44,7%), dan didapatkan bahwa sebagian besar kenakalan remaja adalah sedang sebanyak 43 responden (56,6%). Hasil penelitian melalui uji statistik Kendall Tau didapatkan nilai p-value 0,000<=0,05 yang artinya ada hubungan kecerdasan emosional dengan kenakalan remaja pada siswa di SMK Islam Sudirman Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Saran dalam penelitian ini adalah remaja diharapkan lebih peka dengan kasus-kasus kenakalan yang marak terjadi. Dengan demikian, para remaja bisa merefleksikan diri agar terhindar dari perilaku-perilaku tersebut. Salah satu cara remaja untuk dapat terhindar adalah dengan mengembangkan kecerdasan emosionalnya, karena kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang bisa dipelajari. Kata kunci : Kecerdasan emosional, kenakalan remaja THE RESILIENCE AND ITS RELATIONSHIP WITH STRESS LEVELS OF PARENTS WHO HAVE CHILDREN WITH AUTISM SPECTRUM DISORDER ABSTRACTAdolescence is a susceptible period with deviant behavior who have high curiosity and tend to imitate the behavior of adults around them that will result in juvenile delinquency. The factor affecting juvenile delinquency is emotional intelligence. This study aim to know the correlation between emotional intelligence and juvenile delinquency on students at SMK Islam Sudirman West Ungaran Sub District Semarang Regency. The research was descriptive correlation research with cross sectional approach. Sampling used porpotional random sampling. The samples were 76 students at SMK Islam Sudirman West Ungaran Sub District Semarang Regency. The research instrument used a questionaire. Data analysis used statistical test of Kendall Tau. The results show that emotional intelligence is mostly low as many 34 students (44,7%) and juvenile delinquency is mostly medium as many as 43 students (56,6%). The results of the research through statistical test of Kendall Tau get p-value 0,000<=0,05 which means there is correlation between emotional intelligence and juvenile delinquency on students At SMK Islam Sudirman West Ungaran subdistrict Semarang Regency. Suggestion in this study students are expected to be more sensitive on juvenile delinquency cases. So, students can reflect themselves to avoid these behaviors. One of the ways is by developing emotional intelligence, because emotional intelligence is abilities that can be learned. Keywords: Emotional intelligence, juvenile delinquency

References

Aalsma, M. C., Tong, Y., Wiehe, S. E., & Tu, W. 2010. The impact of delinquency on young adult sexual risk behaviors and sexually transmitted infections. Journal of Adolescent Health, 46(1), 17-24. Diperoleh dari https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2009.05.018.

Ali, M. dan Asrori, M. 2014. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.

Allen, T. T., Trzcinski, E., & Kubiak, S. P. 2012. Public attitudes toward juveniles who commit crimes: The relationship between assessments of adolescent development and attitudes toward severity of punishment. Crime & Delinquency, 58(1), 78-102. Diperoleh dari http://journals. sagepub.com/doi/abs/10.1177/0011128711420104.

Akhter, N., Sabeen, M., Nadeem, M., & Khan, H. U. 2015. Socio-economic factors affecting juvenile delinquency: A study in borstal jails, Punjab. International Journal of Agricultural Extension, 1(3), hal 57-61. Diperoleh dari http://escijournals.net/index.php/IJAE/article/view/1235

Aprilia. 2014. Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Perilaku Tawuran pada Remaja Laki-laki yang Pernah Terlibat Tawuran di SMK 'B' Jakarta. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, Vol. 3 No. 01.

Babaei, Mahnaz. & Cheraghali, MR. 2016. The relation of emotional intelligence with social and job adjustment among health care centers’ staffs. International Journal Of Humanities And Cultural Studies Issn 2356- 5926:353-360. Department of Social and Political Sciences Golestan University Iran. http://www.ijhcs.com/index.php/ijhcs/article/view/- File748660.

Bacon AM . 2014. Sex differences in the relationship between sensation seeking, trait emotional intelligence and delinquent behavior. University of Plymouth.

Berk, L. E. 2012. Development through the life (Edisi 5). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

BKKBN. 2016. Perilaku Seks Bebas Pada Remaja. Jakarta: BKKBN.

Dijkstra, J. K., Kretschmer, T., Pattiselanno, K., Franken, A., Harakeh, Z., Vollebergh, W., & Veenstra, R. 2015. Explaining adolescents’ delinquency and substance use: A test of the maturity gap: The SNARE study. Journal of Research in Crime and Delinquency, 52(5), 747-767. Diperoleh dari: http://journals.sagepub.com/ doi/abs/10.1177/ 0022427815582249.

Ervianto. 2012. “Maraknya tawuran pelajar dan mahasiswa di beberapa daerah, salah siapa?”. The global review. 23-10-2012.

García-Sancho, E., Salguero, J. M., & Fernández-Berrocal, P. 2014. Relationship between emotional intelligence and aggression: A systematic review. Aggression and Violent Behavior, 19(2014), 584–591. http://dx.doi.org/10.1016/j.avb.2014.07.007.

Goleman. 2016. Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Hawari. 2008. Menajemen Stres Cemas Dan Depresi. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hazami, A. 2013. “tawuran pelajar pecah di Pantura Tegal”. sindonews.com.

Hidayat. 2012. Riset Keperawatan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis Dan Instrumen Penelitian. Jakarta : Salemba Medika.

Husada, A. 2013. Hubungan pola asuh demokratis dan kecerdasan emosi dengan perilaku prososial pada remaja. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 2(3), 266- 277. Diperoleh dari http://jurnal. untagsby.ac.id/ index. php/persona/article/viewFile/157/19.

Hurlock. 2010. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Istantina, F. Perilaku Nakal Siswa Kelas XI SMK Islam Soedirman Ungaran Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi. Jurusan Bimbingan Dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. 2009.

Indriyati. 2008. “Hubungan antara Konsep Diri Dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja di SMPN 1 Piyungan”. Yogyakarta. Jurnal Spirits-ISSN: 2087-7641, 2011, h.3.

Jahja. 2013. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Kencana.

Kartono. 2011. Psikologi Perkembangan Anak, Bandung : CV. Mandar.

Liau, A. K, Liau, A. W. L, Teoh, G. B. S. & Liau, M. T. L. 2014. The case for emotional literacy: the influence of emotional intelligence on problem behaviours in Malaysian secondary school students. Journal of Moral Education, 32(1), 51-66. doi: 10.1080/0305724022000073338.

Muniriyanto & Suharnan. 2014. Keharmonisan keluarga, konsep diri dan kenakalan remaja. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 3(02), 156 – 164. http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/persona/article/download/380/338.

Murtadho. 2017. Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar: Analisis Mediasi Adaptabilitas Karir pada Prestasi Belajar. Jurnal Bimbingan Konseling. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk.

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Prabowo. 2013. “SMK 4 Kota Semarang diserang”. sindonews.com.

PKBI Jateng. 2015. Laporan penyakit menular dan KTD pada remaja. Semarang: PKBI Jateng.

Riwidikdo. 2009. Statistik Kesehetan. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.

Santrock. 2010. Remaja (Edisi Kesebelas). Jakarta: Erlangga.

Saeno. 2013. “UN 2013: menganiaya, dua remaja terancam tak ikuti ujian”. Kabar24.com.

Sarwono. 2013. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Press.

Saputro, B. M., & Soeharto, T. N. E. D. 2012. Hubungan antara konformitas terhadap teman sebaya dengan kecenderungan kenakalan pada remaja. INSIGHT, 10(1), 1-15.

Setiono. 2013. Psikologi Keluarga. Bandung: P.T. Alumni.

Siahpoosh, dkk. Journal of Applied Sciences 2009. A Comparsion of Emotional Intelligence and Behavior Problems In Dyslexic and Non- Dyslexic. University of Medical Sciences, Iran.

Soetjiningsih. 2012. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Sugiyono. 2011. Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Setiadi. 2013. “Ratusan siswa di Solo tawuran”. sindonews.com.

Uno. 2009. Mengelola Kecerdasan Dalam Pembelajaran. Bumi Aksara: Jakarta.

Unayah, N., and Sabarisman, M. 2015. Fenomena kenakalan remaja dan kriminalitas: The phenomenon of juvenile delinquency and criminality. Jurnal Sosio Informa, 1(2): 121- 140.

Wan Shahrazad, dkk. Medwell Journals 2011. Family Functioning, Self- Esteem, Self- Concept and Cognitive Distortion Among Juvenile Delinquents. University of Kebangsaan Malaysia.

Young, S., Greer, B., & Church, R. 2017. Juvenile delinquency, welfare, justice and therapeutic interventions: a global perspective. BJPsych Bull, 41(1), 21-29. Diperoleh dari http://pb.rcpsych.org/content/41/1/21

Downloads

Published

2019-05-28

How to Cite

Yunia, S. A. P., Liyanovitasari, L., & Saparwati, M. (2019). HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KENAKALAN REMAJA PADA SISWA. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 2(1), 55–64. https://doi.org/10.32584/jikj.v2i1.296

Issue

Section

Articles