Hubungan Iklim Organisasi Dan Handover Perawat Terhadap Insiden Keselamatan Pasien

Penulis

  • Ayu Nuraini Soleha Program Studi Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Serri Hutahaean Program Studi Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.32584/jkmk.v4i2.1243

Kata Kunci:

Handover, Iklim Organisasi, Insiden Keselamatan Pasien

Abstrak

Perawat sebagai satu diantara Sumber Daya Manusia terbesar di institusi pelayanan kesehatan rumah sakit mempunyai kontribusi penting dalam memberikan asuhan keperawatan. Pelayanan kesehatan dapat beresiko menimbulkan insiden keselamatan pasien. Kondisi tersebut dapat disebabkan dari kualitas iklim organisasi dan pelaksanaan handover yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan iklim organisasi dan handover perawat terhadap insiden keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap RSU UKI. Desain penelitian deksriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 45 perawat menggunakan purposive sampling. Hasil uji Chi Square menunjukkan gambaran iklim organisasi tertutup sebanyak 23 perawat (51,1%). Handover pada perawat sebanyak 23 perawat (51,1%) menjawab efektif. Insiden keselamatan pasien menunjukkan 44,4% terjadi insiden dan 55,6% tidak terjadi insiden. Didapatkan p-value = 0,868  Tidak ada hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan insiden keselamatan pasien dan nilai p-value = 0,005  Ada hubungan yang signifikan antara handover dengan insiden keselamatan pasien. Rumah sakit perlu memperhatikan hak-hak perawat seperti permasalahan mengenai imbalan yang belum sepadan dan mengadakan evaluasi secara berkelanjutan tentang iklim organisasi dan pelaksanaan handover secara efektif.

Referensi

Agency for Healthcare Research and Quality. (2016). Patient Safety Culture Surveys. http://www.ahrq.gov/qual/pattientsafetycultur%0Ae.

Agritubella, S. M., Arif, Y., & Afriyanti, E. (2017). Karakteristik Individual Perawat Terhadap Kenyamanan Dan Kepuasan Proses Interaksi Pelayanan Keperawatan. 13(2), 15–33.

Aisyah, B. M. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Insiden Keselamatan Pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Budhi Asih. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Anggoro, W. T., Aeni, Q., & Istioningsih, I. (2019). Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Perilaku Caring. Jurnal Keperawatan Jiwa, 6(2), 98. https://doi.org/10.26714/jkj.6.2.2018.98-105

Aristiawan, B., & Dirdjo, M. M. (2017). Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Patient Safety Dan Iklim Organisasi Dengan Tindakan Pencegahan Resiko Pasien Jatuh Di Rumah Sakit X Samarinda.

Astuti, F. wiji, Ekawati, E., & Wahyuni, I. (2017). Hubungan Antara Faktor Individu, Beban Kerja Dan Shift Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rsjd Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(5), 163–172.

Deciliawati, S. (2019). Hubungan Implementasi PATIENT CENTERED CARE (PCC) Dengan Insiden Keselamatan Pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSAL DR. MINTOHARDJO Jakarta Pusat. UPN Veteran Jakarta.

Dewi, M. K. (2016). Hubungan Sikap Disiplin Perawat Dengan Efektifitas Pelaksanaan Timbang Terima Di RSUD dr. Abdoer Rahim Situbondo. Universitas Jember.

Fatimah, F. S., & Rosa, E. M. (2016). Efektivitas Pelatihan Patient Safety; Komunikasi S-BAR pada Perawat dalam Menurunkan Kesalahan Pemberian Obat Injeksi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit II. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 2(1), 32. https://doi.org/10.21927/jnki.2014.2(1).32-41

Handayani, F. (2017). Gambaran Insiden Keselamatan Pasien Berdasarkan Karakteristik Perawat, Organisasi, dan Sifat Dasar Pekerjaan . di. Unit Rawat Inap Rumah Sakit Al-Islam Bandung pada Periode 2012-2016. Skripsi. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/35942/1/FITRI HANDAYANI-FKIK.pdf

Joint Commission Center for Transforming Healthcare. (2010). Facts about hand-off communications.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien.

Komisi Nasional Keselamatan Pasien (KNKP). (2020). Sistim Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien. PERSI.

Mulyati, L., Rachman, D., & Herdiana, Y. (2016). Faktor Determinan yang Memengaruhi Budaya Keselamatan Pasien di RS Pemerintah Kabupaten Kuningan Determinant factors that are Influencing Patient Safety Culture in a Government-owned Hospitals in Kuningan Regency. Jurnal STIKes, 4, 179–190.

Najihah. (2018). Budaya Keselamatan Pasien Dan Insiden Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit: Literature Review. Journal of Islamic Nursing, 3(1), 1.

Nindi, E., Mendur, F., & Marentek, D. L. (2017). Hubungan Pelaksanaan Timbang Terima Dengan Kinerja Perawat Pelaksana Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Instalasi Rawat Inap Anggrek 2 Rsup Prof Dr. R. D. Kandou Manado. 5, 66–76.

Plunkett, A. R. (2015). The Use of a Standardized System of Communication to Change the Perception of Handoff Communication in a Psychiatric Setting. Walden University, 69 p – 69 p 1p.

Purwanti, N. dan R. T. (2017). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Iklim Organisasi dan Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 11(1), 134–147.

Rahayu, S., Sulistiadi, W., & Trigono, A. (2018). Pengaruh Karakteristik Individu dan Implementasi Budaya Keselamatan Pasien Terhadap Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Banten. 2(2).

Rani, S. (2017). Hubungan Iklim Organisasi Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Marinir Cilandak Jakarta. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Runtu, D. Y. N. (2018). Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Stres Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit X Jakarta Timur. Mitra Manajemen (JMM Online), 2(3), 125–137.

Sari, R. P., & Suryalena, A. : (2017). Pengaruh Iklim Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi (Studi Pada Perawat RSIA Eria Bunda Pekanbaru). Jom Fisip, 4(2), 1–10.

Sriningsih, N., & Marlina, E. (2019). Pengetahuan Penerapan Keselamatan Pasien (Patient Safety) pada Petugas Kesehatan. Jurnal Kesehatan, 9(1), 1–13. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v9i1.120

Sulistyawati, W., Etika, A. N., & Novitasari, R. (2020). Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kualitas Handover Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Nursing Sciences Journal, 4(1), 45. https://doi.org/10.30737/nsj.v4i1.837

Surahmat, R., Neherta, M., & Nurariati, N. (2019). Hubungan Karakteristik Perawat terhadap Pelaksanaan Sasaran Keselamatan Pasien Pasca Akreditasi Rumah Sakit “X†di Kota Palembang Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(1), 1. https://doi.org/10.33087/jiubj.v19i1.493

Triwibowo, cecep, Yuliawati, S., & Husna, N. A. (2016). Handover Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan Soedirman, 11(2), 76–80.

Triwijayanti, R., Romiko, & Siska Dewi, S. (2020). Hubungan Masalah Tidur Dengan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 11(1), 95–99.

Wisdayana, A., Efroliza, & Apriany, A. (2020). Hubungan Pelaksanaan Timbang Terima dengan Keselamatan Pasien oleh Perawat Pelaksana. The Indonesian Journal of Health Science, 12(1), 83–90.

Diterbitkan

2021-11-30

Terbitan

Bagian

Research Articles

Cara Mengutip

Hubungan Iklim Organisasi Dan Handover Perawat Terhadap Insiden Keselamatan Pasien . (2021). Jurnal Kepemimpinan Dan Manajemen Keperawatan, 4(2), 135-142. https://doi.org/10.32584/jkmk.v4i2.1243