Efektivitas Latihan Kegel dalam Penurunan Kejadian Inkontinensia Urin pada Lansia di Unit Pelayanan Sosial Lansia Purbo Yuwono Klampok Brebes
DOI:
https://doi.org/10.32584/jikmb.v1i2.188Kata Kunci:
Latihan Kegel, Inkontinensia Urin, Lansia,Abstrak
Dampak proses menua pada lansia diantaranya inkontinensia urin. Pada studi pendahuluan, sebagian besar dari lansia (87,5%) mengakui kadang sering mengalami inkontinensia urin, 10 lansia (12,5%) memiliki ketergantungan penuh. Desain penelitian ini adalah eksperimen kuasi  menguji pengaruh latihan Kegel terhadap kejadian inkontinensia pada lansia. Populasinya semua lansia usia > 60 tahun yang tinggal di Panti Purboyuwono Klampok, Brebes. Sampel merupakan lansia yang masih memiliki tingkat kognitif baik dan bisa melaksanakan aktivitas secara mandiri. Jumlah sampel yakni 38 orang. Uji inferensial yang dipakai dengan menggunakan uji paired t-test. Interpretasi dilakukan dengan membandingkan nilai p dengan nilai alpha (α = 0.05). Bila nilai p ≤ α, maka keputusannya Ha diterima sedangkan bila nilai p > α, maka keputusannya Ha ditolak. Distribusi lansia dalam kemampuan pengontrolan eliminasi urin sebelum latihan Kegel : tidak dapat 25 lansia (65,79%), jarang 4 lansia (10,53%), kadang-kadang 8 lansia (21,05%), dan sering 1 lansia (2,63%). Adapun distribusi lansia dalam kemampuan pengontrolan eliminasi urin setelah latihan Kegel : jarang 2 lansia (5,26%), kadang-kadang 12 lansia (31,58%), dan sering 24 lansia (63,16%). Uji statistik one group sample paired t-test menunjukkan signifikansi 0.000. Nilai signifikansi 0.000 ≤ 0.05, sehingga Ha diterima. Latihan Kegel dilakukan selama 28 hari, 33 orang (86,84%) melaporkan adanya penurunan keluhan inkontinensia. Uji statistik didapatkan hasil adanya pengaruh latihan Kegel terhadap penurunan terjadinya inkontinensia urin pada lansia di Panti Wreda Purbo Yuwono Brebes. Penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian inkontinensia urin pada lansia di setting keluarga agar dapat mengetahui faktor lain dapat meningkatkan efektivitas latihan Kegel terhadap inkontinensia urin. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi latihan Kegel dalam waktu yang lebih lama lagi.
Referensi
Aslan, E., Komurcu, N., Beji, N.K., & Yalcin, O. (2008). Bladder training and Kegel exercises for women with urinary complaints living in a rest home. Gerontology 54.4 (Jun 2008): 224-31. ProQuest Nursing & Allied Health Source.
Busuttil-Leaver, R. (2008). Incontinence: a proactive approach. Practice Nurse 35.6 (Mar 28, 2008): 30-32. ProQuest Nursing & Allied Health Source.
Cha, J., & Jang, J. (2016). Pelvic floor muscle exercise system designed for the prevention of urinary incontinence. International Information Institute (Tokyo). Information, 19(5), 1431-1437. Retrieved from https://search.proquest.com/docview/1799903894?accountid=17242.
Eder, S.E. (2014). Evaluation of the EmbaGYN(TM) pelvic floor muscle stimulator in addition to Kegel exercises for the treatment of female stress urinary incontinence: A prospective, open-label, multicenter, single-arm study. Women's Health, 10(1), 17-27. http://dx.doi.org/10.2217/whe.13.67 Retrieved from https://search.proquest.com/docview/1467087780?accountid=17242.
Grimshaw, R., Jain, P., & Latthe, P. (2012). Management of mixed urinary incontinence. Women's Health 8.5 (Sep 2012): 567-77. ProQuest Nursing & Allied Health Source.
Jahromi, M. K., Talebizadeh, M., & Mirzaei, M. (2015). The effect of pelvic muscle exercises on urinary incontinency and self-esteem of elderly females with stress urinary incontinency, 2013. Global Journal of Health Science, 7(2), 71.
Nugroho, W. (2008). Keperawatan gerontik dan geriatri. (Edisi 3). Jakarta : EGC.
Nursalam. (2008). Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem perkemihan. Jakarta : Salemba Medika.
Nursalam. (2003). Konsep dan penerapan metodologi penelitian keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Park, S., & Kang, C. (2014). Effect of Kegel exercises on the management of female stress urinary incontinence : a systematic review of randomized controlled trials.
Pereira, V. S., Escobar, A. C., & Driusso, P. (2012). Effects of physical therapy in older women with urinary incontinence: a systematic review. Revista Brasileira de Fisioterapia (São Carlos (São Paulo, Brazil)), 16(6), 463–8. http://doi.org/10.1590/S1413-35552012005000050.
Pranarka. (2001). Ilmu penyakit dalam. Jilid 1. Edisi 3. Jakarta : FKUI.
Setiati. (2001). Majalah kedokteran Indonesia. Volume 51. Jakarta : FKUI.
Setyawati, R. 2008. Efek kombinasi Kegel’s exercise dan bladder training dalam menurunkan episode inkontinensia urin pada lansia di Panti Wredha Wilayah Semarang.http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2016-10/20438031-Retno%20Setyawati.pdf.
Stanley, M., & Beare, P.G. (2006). Buku ajar keperawatan gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC.
Widyaningsih. (2009). Pengaruh latihan Kegel terhadap frekuensi inkontinensia urin pada lansia di Panti Wreda Pucang Gading Semarang. http://repository.unimus.ac.id/2009/pengaruhlatihanKegel-terhadapfrekuensiinkontinensiaurinpadalansia.
Yavuzcan, A., Yildiz, G., Üstün, Y., Altintas, R., Çaglar, M., Yildiz, P., & Kumru, S. (2013). Influence of age, menopause, pelvic muscle exercises, urethral hypermobility and concomitant surgery on the outcomes after the transobturator tape procedure (factors effecting TOT outcomes). Przeglad Menopauzalny, 17(2), 105. http://dx.doi.org/10.5114/pm.2013.35063 Retrieved from https://search.proquest.com/docview/1366667570?accountid=17242.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
