PENGARUH PERAWATAN DAERAH PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS DI RS KOTA KISARAN

Authors

  • Khairunnisa Batubara Akper Kesdam I/BB Medan
  • Henrianto Karolus Siregar STIKes RS Husada Jakarta
  • Elvipson Sinaga Universitas Audi Indonesia
  • Resmi Pangaribuan Akademi Keperawatan, Kesdam I/BB Medan

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikmb.v4i2.1124

Abstract

Pada pasien rawat inap, pemasangan infus atau kateter vena perifer merupakan prosedur
invasif yang paling sering dilakukan. Pasien yang menerima terapi intravena selama
dirawat di rumah sakit diperkirakan sekitar setengah dari keseluruhan pasien. Lebih dari
90% pasien di rumah sakit menerima terapi intra vena melalui beberapa alat intravena
(Chang & Peng, 2018). Komplikasi yang paling sering terjadi akibat terapi intravena yang
ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, infiltrasi (kebocoran cairan dari vena),
demam, nyeri, infeksi kulit lokal, dan infeksi aliran darah adalah phlebitis (Mihala et al.
2018). Kemenkes RI (2017) menyatakan bahwa phlebitis adalah ditemukannya tanda-
tanda kemerahan seperti terbakar, adanya pembengkakan, adanya rasa sakit apabila
dilakukan penekanan, adanya ulkus sampai eksudat purulen atau keluarnya cairan jika
ditekan pada daerah lokal tusukan infus.

Downloads

Published

2021-12-03

How to Cite

PENGARUH PERAWATAN DAERAH PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS DI RS KOTA KISARAN. (2021). Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 4(2), 58-66. https://doi.org/10.32584/jikmb.v4i2.1124

Most read articles by the same author(s)