Sosialisasi Pertolongan Pertama (Management Airway) Korban Tenggelam di Kolam Renang Gunung Merah, Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah
Kata Kunci:
menejemen jalan napas, tenggelam, kolam renangAbstrak
Manajemen jalan napas adalah hal terpenting dalam resusitasi dan membutuhkan keahlian khusus dalam manajemen keadaan darurat, oleh karena itu hal pertama yang harus dilakukan untuk menilai adalah kelancaran jalan nafas, yang meliputi pemeriksaan jalan nafas yang bisa disebabkan oleh benda asing. Terutama saat kejadian tenggelam jalan napas dapat tersumbat oleh cairan dan air sehingga pasokan oksigen dalam tubuh pun terhambat. Tujuan Penelitian Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan keterampilan manajemen jalan napas penjaga kolam renang, pekerja kebersihan kolam renang, guru privat renang, dan perenang yang berada di Kolam Renang Gunung Merah, Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Pre-Test-Post Test pada 20 responden melalui pengujian hipotesis penelitian. Statistik: Uji kelompok berpasangan menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil uji analisis wilcoxon dapat diketahui hubungan yang bermakna. Disimpulkan bahwa 20 responden yang melakukan pelatihan dalam tindakan simulasi dengan cara pelatihan manajemen jalan napas pada korban tenggelam. Kesimpulannyadengan uji wilcoxone bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik dalam hal kemampuan penanganan darurat, terutama dalam manajemen jalur udara mengukur nilai p 0,001 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah latihan. Kesimpulan: pelatihan manajemen jalan nafas bagi pekerja kolam renang, penjaga kolam renang, guru privat renang, dan perenang sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan tindakan.
Referensi
Benoit LJ, Prince DK, Wang HE. (2015). Mechanisms linking advanced airway management and cardiac arrest outcomes. European Resuscitation Council [Internet]. [Disitasi 29 Januari 2021] Tersedia di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26073275
Chin, S. S. (2003). International Child Health Care: A Practical Manual for Hospitals Worldwide. Vol. 326. [Disitasi 29 Januari 2021] Tersedia di http://www.undip.ac.id..https://doi.org/10.1136/bmj.326.7395.9 36
Clement A. (1997). Legal Responsibility in Aquatics. Aurora, OH: Sport and Law.
DiMaio DJ, DiMaio VJ. (2001). Forensic pathology. Ed II. New York: CRC Presss LLC.
Gobel, A., Kumaat, L., & Mulyadi, N. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Penanganan Pertama Korban Tenggelam Air Laut Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Nelayan Di Desa Bolang Itang Ii Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Keperawatan UNSRAT. 2(2), 106098.
Latief SA, Suryadi KA, Dachlan MR. (2009). Ilmu dasar Anestesi in Petunjuk Praktis Anestesiologi 2nd ed. Jakarta: FKUI.
Neema, Kumar Praveen. (2003). Respiratory Failure. 47(5):360-366
Priambodo, G., Istiningtyas, A., & Rahardiantomo, E. (2016). Indikator Bantuan Hidup Dasar Untuk Menolong Korban Tenggelam. KesMadaSka. 7(2).
Szpilman D, Bierens JJLM, Handley AJ, Orlowski JP. (2012). Review article: Drowning. New England Journal of Medicine. 366:2102-10.
World Health Organization. (2012). Drowning. Fact sheet No347. [Disitasi 28 Januari 2021] Tersedia di http://www.who.int/mediacentre/ factsheets/fs347en/
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.