SWAMEDIKASI PEMAKAIAN ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
DOI:
https://doi.org/10.32584/jpi.v5i2.784Kata Kunci:
Kata Kunci, Antibiotik, Mahasiswa, Resistensi, Swamedikasi.Abstrak
Pemakaian antibiotik yang tidak rasional dalam swamedikasi sering terjadi di berbagai kalangan tidak terkecuali mahasiswa. Ketidaktepatan pemakaian antibiotik menyebabkan peningkatan resiko efek samping obat serta resistensi antibiotik. Mahasiswa keperawatan yang nantinya akan menjadi perawat professional perlu mendukung pelaksanaan swamedikasi secara rasional sebelum mengimplementasikannya kepada pasien. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana Pemakaian antibiotik di kalangan mahasiswa keperawatan. sehingga diperlukan implementasi swamedikasi yang tepat. Sampel pada penelitian yaitu Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran secara purposive sampling sebanyak 188 Metode pengumpulan diambil secara kuantitatif dengan menggunakan google form. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata, dll). Hasil penelitian menunjukan bahwa swamedikasi pemakaian antibiotik yang dilakukan responden yaitu mayoritas responden menggunakan antibiotik ketika diresepkan (88%) dan lebih dari setengah responden menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan (69%). Temuan hasil penelitian ini dapat menjadi data dasar untuk dilakukan penelitian selanjutnya terkait faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa tidak menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan dalam upaya pengendalian angka resistensi antibiotik.
.
Â
Referensi
Aljaouni, dkk, 2015.Self-medication Practice Among Medical and Non-medical Students at Taibah University, Madinah, Saudi Arabia.International of Journal Academic Scientific Research,Vol. 3 (4): 54-55
Bauchner, H, Pelton, S.I, & Klein, J.O. (1999). Parents, physicians, and antibiotic use . Pediatrics; 103:395–402.
Fatimah, S. (2019). Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tahun Pertama Bersama (TPB) tentang Penggunaan Antibiotik dalam Swamedikasi. Jurnal Sains Farmasi & Klinis 6(3),200–205
Kementerian Kesehatan, R. (2013). Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Nuho, Y. (2018). Gambaran swamedikasi di kalangan mahasiswa program studi farmasi keperawatan gigi dan analis kesehatan poltekkes kemenkes kupang. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang.
Restiyono, Ady. 2016. Analisis Faktor yang Berpengauh dalam Swamedikasi Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kajen Kabupaten Pekalongan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 11(1), 14. 7.
Riskesdas. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kementrian Kesehatah Republik Indonesia.
Rohmawati, Anis. 2016. Swamedikasi di Kalangan Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan di Universitas Jember. Skripsi. Fakultas Farmasi Unifersitas Jember.
Sontakke, S. D., Budania, R. J., & Paranjape, S. G. (2013). Evaluation of knowledge, attitude and behavior about rational use of medicines in second year medical students. International Journal of Basic & Clinical Pharmacology, 2(5), 617.
Tjay, T. H. & Rahardja, K. 2010. Obat-Obat Sederhana Penting: Khasiat, Pengguaan dan Efek-Efek Sampingnya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
WHO Department of Communicable Disease Surveillance and Response.(2001). WHO global strategy for containment of antimicrobial resistance. WHO Web site. [On Line] :URL. http://www.who.int/emc.
Widayati, A., 2011, Self medication with antibiotics in Yogyakarta City Indonesia, Thesis: Faculty of Health Sciences, University of Adelaide.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.