the Retrospective Study: Risk Factors for Surgical Site Infections Following Cesarean Section
Retrospective Study: Risk Factors for Surgical Site Infections Following Cesarean Section
DOI:
https://doi.org/10.32584/jpi.v9i1.3133Abstrak
Latar belakang: Infeksi Daerah Operasi (IDO) pada pembedahan Sectio Caesarea (SC) dapat menghambat proses nifas ibu dan masa menyusui bayi. Lama rawat, biaya perawatan pasien bahkan tingkat mortalitas ibu dapat meningkat. IDO adalah salah satu Insiden Keselamatan Pasien (IKP) yang dapat dicegah sehingga pelayanan rumah sakit yang aman dan bermutu dapat terselenggara. Survei Badan Kesehatan Dunia tahun 2014 menunjukkanIDO telah meningkat dari 1,2 kasus menjadi 23,6 kasus per 100 pembedahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian IDO pada pembedahan SC mulai tahun 2019-2021 di RSUD Bali Mandara.
Metodelogi: Data secara metode kuantitatif dikumpulkan melalui rekam medis pasien. Teknik pengambilan data dengan total sampling didapatkan sebanyak 836 orang dengan 9 orang mengalami IDO. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Chi Square dan multivariat regresi logistik berganda.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat dan multivariat, faktor yaitu usia, paritas ibu, serta faktor ekstrinsik yaitu durasi operasi dan jumlah tim operasi tidak berhubungan kejadian IDO, karena nilai p-value > 0,05. Sementara penyakit penyerta ibu(anemia, Diabetes Melitus) berhubungan kejadian IDO, karena nilai p-value < 0,05. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa pada pasien dengan anemia memiliki 0,800 kali lebih besar terkena IDO.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan probabilitas adanya faktor lain yang signifikan berpengaruh terhadap kejadian IDO pasca pembedahan SC. Rekomendasi terhadap rumah sakit agar senantiasa menerapkan pelaporan surveilans IDO untuk mengetahui faktor yang signifikan mempengaruhi IDO. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dalam mengidentifikasi faktor penyebab IDO sebagai evidence-based practice dalam menentukan arah kebijakan rumah sakit.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.