Risiko Mortalitas Pasien Stroke Infark Berdasarkan Lokasi Infark, Profil Darah dan Riwayat Penyakit Jantung: Studi Komparasi Pada Rumah Sakit Daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Penulis

  • Eko Winarto RSUD Banyumas
  • Siti Farida Setyaningrum Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
  • Nazwan Hassa Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
  • Imron Rosyadi Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas

DOI:

https://doi.org/10.32584/jpi.v8i1.2473

Abstrak

Latarbelakang: Kasus stroke di Indonesia terjadi lonjakan pada beberapa tahun terakhir. Pasien masuk rumah sakit dengan kondisi klinis yang bervariasi. Identifikasi kasus stroke dikembangkan untuk pengenalan tanda-tanda stroke dan pengenalan risiko mortalitas pasien stroke infark. Pemeriksaan biomarker diarahkan untuk mencari penanda kerusakan jaringan otak, penanda inflamasi endotel vaskuler dan faktor koagulasi atau trombosis.

Tujuan penelitian: Mengetahui perbedaan risiko mortalitas stroke infark berdasarkan karakteristik pasien, riwayat penyakit kardiovaskuler, profil darah pasien, lokasi infark dan marker inflamasi.

Metodologi penelitian: Desain mixedmethode explanation sequensial methode. Tahap pertama desain case control dan tahap kedua desain studi fenomenologi. Penelitian di satu RSUD di Jawa Tengah dan satu RSUD di Daerah Istimewa Yogyakarta. Besar sampel 120 responden dibagi dalam kelompok kasus dan kontrol. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden di kedua RSUD sama (>60 tahun, laki-laki, riwayat penyakit kardiovaskuler, riwayat stroke berulang, lokasi terbanyak di parietal). Profil darah rutin (hemoglobin, hitung leukosit, hitung trombosit) tidak ada perbedaan. Marker inflamasi dilihat neutropfil limfosit rasio (NLR) tidak berbeda. Analisis faktor pemicu mortalitas di kedua RSUD dari hitung leukosit (p value 0,02 dan 0,035 dengan OR 1.818 dan 2). Risiko mortalitas di RSUD Jawa Tengah dari NLR (p value 0,033 dengan OR 1,316) dan di RSUD DIY dari riwayat kardiovaskuler (p value 0,00 dengan OR 15).

Kesimpulan: Karakteristik pasien stroke infark pada kedua RSUD tidak berbeda. Hitung leukosit menjadi faktor risiko mortalitas yang sama di kedua RSUD dan riwayat kardiovaskuler serta hitung NLR menjadi faktor risiko mortalitas yang berbeda

 

Kata kunci : Stroke infark, Mortalitas, Lokasi Infark, Profil darah, Penyakit jantung

Diterbitkan

2024-09-05

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Risiko Mortalitas Pasien Stroke Infark Berdasarkan Lokasi Infark, Profil Darah dan Riwayat Penyakit Jantung: Studi Komparasi Pada Rumah Sakit Daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2024). Jurnal Perawat Indonesia, 8(1), 1618-1631. https://doi.org/10.32584/jpi.v8i1.2473