PENGETAHUAN IBU TENTANG DIET GLUTEN DAN KASEIN PADA ANAK PENYANDANG AUTIS DI SLB WILAYAH KABUPATEN GARUT
DOI:
https://doi.org/10.32584/jpi.v5i1.849Keywords:
, anak autisme, diet, gluten free, casein free, pengetahuan, ibuAbstract
Diet Gluten Free Casein Free (GFCF) merupakan salah satu jenis terapi yang dapat dilakukan pada anak penyandang autis untuk mengurangi perilaku hiperaktif dan tantrum atau mengamuk, namun penerapan diet ini masih rendah dikalangan ibu. Penerapan diet yang tidak baik dan tidak tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan dan perilaku hiperaktif pada anak penyandang autis. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka dibutuhkan pengetahuan ibu mengenai diet GFCF. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gembaran pengetahuan ibu tentang diet gluten dan kasein pada anak penyandang autis di SLB Wilayah Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, jumlah sampel 34 ibu dengan anak penyandang autis di SLB Wilayah Kabupaten Garut, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden pengetahuan ibu kurang yaitu sebanyak (58,8%). Diperlukan kunjungan rutin oleh perawat komunitas, perawat keluarga maupun perawat anak untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai diet gluten dan kasein pada ibu dengan anak penyandang autis di sekolah maupun di lingkungan rumah.References
Arikunto, S. (2013). Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Atmaja, R. J. (2018). Pendidikan dan bimbingan anak berkebutuhan khusus. Bandung : Rosdakarya Remaja PT.
Budiman dan Riyanto, Agus. 2013. Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Dewanti, H. W., & Machfudz, S. (2014). Pengaruh Diet Bebas Gluten Dan Kasein Terhadap Perkembangan Anak Autis Di Slb Khusus Autistik Fajar Nugraha Sleman Yogyakarta. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 6(2), 67-74.
Elder, J. H., Shankar, M., Shuster, J., Theriaque, D., Burns, S., & Sherrill, L. (2006). The gluten-free, casein-free diet in autism: results of a preliminary double blind clinical trial. Journal of autism and developmental disorders, 36(3), 413-420.
Elvira, Sylvia D. Hadisukanto Gitayanti. (2013). Buku ajar psikiatri ed.2. Jakarta: Salemba Medika.
Ginting, S. A., Ariani, A., & Sembiring, T. (2016). Terapi diet pada autisme. Sari Pediatri, 6(1), 47-51.
Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2009). Essential of pediatric nursing. St. Louis Missoury: Mosby.
Koka, E. M. (2011). Perilaku Ibu Tentang Pemberian Makan Dan Status Gizi Anak Autisme Di Kota Binjai Tahun 2011.
Kusumayanti, GAD. (2011). Pentingnya Pengaturan Makanan Bagi Anak Autis. Jurnal Imu Gizi, 2(1): 1-8.
Mashabi, N. A., & Tajudin, N. R. (2009). Hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan pola makan anak autis. Makara Kesehatan, 13(2), 84-86.
Mirza, M. (2010). Anak Autis, Mendidik Anak Autis Dan Gangguan Mental Lain Menuju Anak Cerdas Dan Sehat. Jogjakarta: Katahati.
Martiani, M., Herini, E. S., & Purba, M. (2012). Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Hubungannya Dengan Pola Konsumsi Dan Status Gizi Anak Autis. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 8(3), 135-143.
Mujiyanti, D. M. (2011). Skripsi: Tingkat Pengetahuan Ibu dan Pola Konsumsi Pada Anak Autis di Kota Bogor.
Niven, Nail. (2010). Psikologi Kesehatan Jakarta : EGC : 1192-1198Oktaviana, W., Amir, Y., & Indriati, G. (2018). Identifikasi Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diet Casein Free Dan Gluten Free Pada Anak Autis. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 5(2), 677-682.
Notoatmodjo, S. 2014. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Jakarta : Rineka Cipta.
Nurhidayati, Z. (2015). Pengaruh Pola Konsumsi Makanan Bebas Gluten Bebas Kasein dengan Gangguan Perilaku pada Anak Autistik. Jurnal Majority, 4(7), 121-128.
Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis. Jakarta Selatan ; Jagakarsa.
Oktaviani, W. (2008). Riwayat autisme, Stimulasi Psikososial dan Hubungannya Dengan Perkembangan Social Anak dengan Gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Permatasari, C., & Yalestyarini, E. A. (2017). Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Penerapan Terapi Diet GFCF (Gluten Free Casein Free) Pada Anak Penyandang Autisme Di Yayasan Mutiara Kasih Trenggalek. Journal Of Nursing Practice, 1(1), 9-16.
Purwanto, H. (2006). Pengantar perilaku manusia untuk perawat. Jakarta: EGC.
Qomariah, N. (2018). Gambaran Pengetahuan Ibu terhadap Pola Makan dan Status Gizi Anak Autis di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Banda Aceh.
Ramadayanti, S., & Margawati, A. (2013). Perilaku pemilihan makanan dan diet bebas gluten bebas kasein pada anak autis (Doctoral dissertation, tidak dipublikasikan). Universitas Diponegoro.
Rosi, A. (2018). Gambaran Pengetahuan dan Persepsi Orangtua Mengenai Diet Gluten Free Casein Free Pada Anak Autis di 3 SLB Kabupaten Bandung (Skripsi, tidak dipublikasikan).
Sofia, A. D. (2012). Kepatuhan orang tua dalam menerapkan terapi diet gluten free casein free pada anak penyandang autisme di yayasan pelita hafizh dan SLBN Cileunyi Bandung. Students e-Journal, 1(1), 33.
Suryana A. (2010). Terapi Autisme, Anak Berbakat, dan Anak Hiperaktif. Jakarta : Progress.
Suhardjo.(2008). Sosio Budaya Gizi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan GiziSuparisasa IDN, Bakri B, Hajar I. 2006. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC
Suryani, N., Magdalena, M., Aqbar, D., Banjarbaru, P., & Borneo, A. S. H. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Anak Autis di Pusat Pelayanan Autis Banjarmasin Tahun 2014. Jurnal Kesehatan Indonesia, 5(2)
World Health Organozation (2016) Monitoring health for the SDGs. Diunduh pada tanggal 3 Maret 2019 dari apps.who.int/iris/bitstream/10665 /206498/1/9789241565264_eng.pdf.
Woods, A. G., Mahdavi, E., & Ryan, J. P. (2013). Treating clients with Asperger’s syndrome and autism. Child and adolescent psychiatry and mental health, 7(1), 32.
Wargasetia T L. (2003). Aspek Genetika pada Autisme. Di dalam : R. Sutadi LA, Bawazir, dan N Tanjung, editor. Penatalaksanaan Holistik Autisme. Jakarta: Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.