FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS HIDRASI MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA

Penulis

  • Liya Arista Universitas Indonesia
  • Abdul Aziz Wahyudin Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikmb.v4i2.669

Kata Kunci:

dehydration, hydration status, profession nursing student

Abstrak

Stunting atau tinggi badan di bawah normal masih menjadi masalah kesehatan anak di
Indonesia. Stunting merupakan Melakukan aktivitas di daerah tropis memerlukan asupan
cairan harian yang cukup. Asupan cairan sangat diperlukan karena memiliki fungsi penting
seperti berperan dalam pelarut berbagai senyawa dan molekul, berperan dalam pengaturan
suhu tubuh, sebagai pelumas pada sendi, sebagai media transportasi, dan juga untuk
mempertahankan struktur dan fungsi normal sel. Apabila hidrasi tubuh mengalami
ketidakseimbangan kurang cairan (dehidrasi) atau kelebihan cairan (overhidrasi) akan
menyebabkan terganggunya kesehatan (Sulistomo et al,. 2014). Dehidrasi didefinisikan
sebagai keadaan defisit air di dalam tubuh, yakni ketika tubuh kehilangan cairan melebihi dari
cairan yang di konsumsi (Sembulingam, 2012). Keseimbangan cairan tubuh merupakan
jumlah cairan yang masuk dan keluar dalam porsi yang seimbang. Melalui mekanisme
keseimbangan, manusia berusaha supaya cairan dalam tubuh selalu berada dalam jumlah
yang tetap (Almatsier, 2009).

Biografi Penulis

  • Liya Arista, Universitas Indonesia

    Medical Surgical Nursing Department

Referensi

Almatsier, S. (2009). Pinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

American Medical Directors Association. (2009). Dehydration and Fluid Maintance in The Long-term Care Setting.

Armstrong, L. (2005). Hydration Assessment Techniques. Nutrition Review, 48.

Berman, A., Snyder, S., & Frandsen, G. (2016). Kozier & Erb’s fundamentals of nursing : concepts, practice, and process tenth edition. United States of America: Pearson Education, Inc.

Berman, A., Snyder, S., & Frandsen, G. (2016). Kozier & Erb’s fundamentals of nursing : concepts, practice, and process tenth edition. United States of America: Pearson Education, Inc.

Briawan, Dodik, et al. (2011). Konsumsi minuman dan preferesnsinya pada remaja di Jakarta dan Bandung. Gizi Indon, 34 (1), 43-51

Buanasita, A., Andriyanto., & Sulitiyowati, Indah.(2014). Perbedaan Tingkat Konsumsi Energi, Lemak, Cairan, dan Status Hidrasi Mahasiswa Obesitas dan Non Obesitas. Indonesian Journal of Human Nutrition, Juni 2015, Vol.2 No.1 : 11 – 22

Chang, T., Ravi, N., Pleque, M.A,., Sonneville, K.R,. Davis, M.M. (2016). Inadequate hydration, BMI, And obesity among adults: NHASNES 2009-2012. Ann Fam Med, 14(4):320-4

Gustam. (2012). Faktor Risiko Dehidrasi pada Remaja dan Dewasa. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Guyton, A., and Hall, J. (2015). Textbook of medical physiology. Philadelphia: Elsevier.

Hardinsyah et al (2010). Kebiasaan Minum dan Status Dehidrasi pada Remaja dan Dewasa di beberapa Daerah di Indonesia-THIRST. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB. Diunduh dari https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/54399 pada 27 Februari 2018.

Maughan, R.J (2000). Water and electrolite loss and replacement in exercise, in: R. Maughan, ed. Nutrition in Sport. London: Blackwell Science, pp. 226-240

Miller and Bates (2007). Hydration of outdoor workers in north-west australia. Journal of Occ Health And Safety. Australia

Miller, H. J. (2015). Dehydration in The Older Adult. Journal of Gerontological Nursing, 8-13.

Penggalih, M. H., Sofro, Z. M., Rizqi, E. R., & Fajri, Y. (2014). Prevalensi kasus dehidrasi pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Jurnal Gizi Indonesia. Diunduh dari https://jurnal.ugm.ac.id/jgki/article/view/19008/12286 pada 27 Februari 2018/

Popkin, B. M., D'Anci, K. E., & Rosenberg, I. H. (2010). Water, hydration, and health. Nutrition Reviews, 68(8), 439-458.

Prayitno, S.O, & Dieny, F.F.(2012). Perbedaan Konsumsi Cairan dan Status Hidrasi pada Remaja Obesitas dan Non Obesitas. Journal Nutrition College, 1(10),731-746

Sands, J. M. (2009). Urinary Concentration and Dilution in The Aging Kidney. Seminars in Nephrology, 29, 579-586.

Santoso BI., Hardinsyah., Siregar P., Pardede SO. (2011). Air bagi kesehatan. Centra Communications: Jakarta.

Sari, N.A, & Nindya, T.S (2017). Relationship between Fluid Intake, Nutritional Status with Hydration Status of Workers at General Engineering PT PAL Indonesia. Surabaya: Media Gizi Indonesia, Vol. 12, No. 1 Januari–Juni 2017: hlm. 47–53

Sastroasmoro, S., & Ismael, S. (2014). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Jakarta: Sagung Seto.

Sembulingan, K., and Sembulingan, P.(2012). Essentials of medical physiology. 6th ed. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publisher

Suhandi, Fany Arighi (2016). Gambaran Status Hidrasi Mahasiswa Program Sarjana Reguler Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Depok: FIK UI

Suhayda, Rosemarie, & Jane,W. (2002) Preventing and Managing Dehydration. MEDSURG Nursing (Proquest Nursing & Allied Health Source, 11 (6), 267-269

Sulistomo, A... (et al.). (2014). Status hidrasi pada kondisi umum dan khusus. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Suzanne C. Smeltzer ... [et al.]. (2010). Brunner & suddarth’s textbook of medical-surgical nursing. — 12th ed. Philadelpia: Lippincott Williams & Wilkins.

Thifali, Nada (2016). Perbedaan Status Hidrasi Berdasarkan Asupan Air dan Faktor Lainnya pada Atlet Usia 10-19 Tahun Klub Bulu Tangkis Jaya Raya Jakarta Tahun 2016. Depok : FKM UI

Diterbitkan

2021-12-03

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS HIDRASI MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA. (2021). Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 4(2), 36-47. https://doi.org/10.32584/jikmb.v4i2.669