Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
DOI:
https://doi.org/10.32584/jikmb.v3i1.368Kata Kunci:
Diabetes mellitus, dietary compliance, family supportAbstrak
Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan di mana kadar gula (glukosa) abnormal tinggi karena tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk memenuhi kebutuhannya. Mayoritas orang dengan diabetes memiliki diabetes tipe 2. Jenis diabetes ini sebagian besar merupakan hasil dari kelebihan berat badan dan aktivitas fisik. Agar berhasil mengelola diabetes mereka, pasien harus mematuhi rejimen pengobatan yang meliputi pembatasan diet, tujuan aktivitas fisik yang teratur, mempertahankan berat badan yang normal dan pemantauan kadar glukosa secara mandiri. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pasien untuk patuh dengan benar adalah dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien diabetes di wilayah kerja pusat kesehatan masyarakat di Cimahi Utara Jawa Barat. Penelitian deskriptif cross-sectional dilakukan di Puskesmas Cimahi Utara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling sebanyak 48 responden. Data diambil dengan menggunakan kuesioner terjemahan dari versi Bahasa Inggris yakni Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Perceived Dietary Adherence Quetioneraire (PDAQ). Kedua kuesioner ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56,3% responden menganut program diet. Selain itu, 47,9% responden memiliki dukungan keluarga yang layak. Dengan menggunakan uji Chi-square, hasilnya mengungkapkan, ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet (p = 0,038; p> α). Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam kepatuhan pasien DM terhadap program diet. Oleh karena itu, melibatkan anggota keluarga, terutama pasangannya, dalam perilaku perawatan diri seperti menyiapkan makanan dapat menjadi sangat penting dalam memberikan perawatan kesehatan dan mencegah komplikasi pada pasien dengan diabetes.Â
Diabetes mellitus (DM) is a disorder in which blood sugar (glucose) levels are abnormally high because the body does not produce enough insulin to meet its needs. The majority of people with diabetes have type 2 diabetes. This type of diabetes is largely the result of excess body weight and physical inactivity. In order to manage their diabetes successfully, patients must adhere to treatment regimens that include dietary restrictions, regular physical activity goals, maintaining a normal body weight and self-monitoring of glucose levels. One of factors affect patient ability to adhere properly is family support. The purpose of this research was to examine the correlation between family support and diet adherence in patients with diabetes in working area of public health center in North Cimahi West Java. A descriptive cross-sectional study was conducted at North Cimahi Public Health Center. The sampling technique used in this study was total sampling. 48 respondents were assessed using the Bahasa version of Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), and Perceived Dietary Adherence questionnaire (PDAQ). The two questionnaires have been tested for validity and reliability. The results showed that as many as 56,3% of the respondents adhered to the diet program. Additionally, 47,9% of respondents had proper family support. By using Chisquare test, the results revealed, there was a meaningful relationship between family support and dietary adherence (p = 0.038; p > α). It can be concluded that family support is an important factor in DM patients’ adherence to a dietary program. Therefore, getting the family members, especially the spouse, involved in self-care behavior such as preparing the meal can be of significant importance in providing health care and prevent complications to patients with diabetes.
Referensi
Almatsier, S. (2010). Penuntun diet. Jakarta: Gramedia.
Arifin. (2015). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet diabetes mellitus tipe
di dipoliklinik penyakit dalam RSUP Dr, Soeradji Tirtonegoro Klaten. Jurnal
Nursing.
Budiman. (2011). Penelitian kesehatan. Jakarta: EGC.
Dahlan, S. M. (2010). Besar sampel dan cara pengambilan sampel dalam penelitian
kedokteran dan kesehatan. Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.
Dharma, K. K. (2011). Metodologi penelitian keperawatan. Jakarta: Trans info media.
Efendi, Makhfudli. (2009). Keperawatan kesehatan komunitas teori dan praktik dalam
keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Fransisca, K. (2012). Awas pankreas rusak penyebab diabetes. Jakarta: Cerdas Sehat.
Friedman, M. M. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga : riset, teori, & praktik. Jakarta:
EGC.
Garnadi, Y. (2012). Hidup nyaman dengan diabetes. Jakarta: PT. Argo Media Pustaka.
Gherman, A., Schnur, J., Montgomery, G., Sassu, R., Veresiu, I., David, D. (2011). How are
adherent people more likely to think? A meta-analysis of health beliefs and diabetes
self-care. Diabetes Educ.
Hisni, D. (2017). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet diabetes mellitus
pada pasien DM tipe 2 di Wilayah Puskesmas Limo Depok. Jurnal Keperawatan dan
Kebidanan Nasional.
Hurst, M. (2015). Belajar mudah keperawatan medikal-bedah, Vol. 2. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC.
Indirawati. (2012). Hubungan motivasi denagn kepatuhan diet diabetes mellitus di Desa
Tagkil Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni di Kabupaten Pekalongan.
LeMone, P. (2012). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Ed.5. Vol.2. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.
Kaakinen, J.R., Hanon, S.H., & Denham, S.A. (2010). Family health care nursing, theory
practice and research (4th Ed., Chapter 1). Davis Company, Philadelphia.
Narbuku, C., & Achmadi, a. (2015). Metodologi penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Niven, N. (2013). Psikologi kesehatan pengantar untuk perawat dan profesi lainnya.
Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, S. (2014). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Padila. (2012). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Yogyakarta: Nuha Medika.
Prihaningtyas, R. A. (2013). Hidup manis dengan diabetes. Yogyakarta: Media Pressindo.
Rafani, & Ben. (2012). Panduan pola makan sehat dan cerdas bagi penderita diabetes.
Denpasar: Bumi Aksara.
Salam, A. Y. (2017). Efek self efficacy training terhadap self efficacy dan kepatuhan diet
diabetesi. E-Journal Undip.
Smeltzer, S. C. (2012). Keperawatan medikal bedah. Edisi 12. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Supariasa, D. N., Bakti, B., & Fajar, I. (2014). Penilaian status gizi. Ed. 2. Jakarta: EGC.
Susilowati & Kuspriyanto. (2016). Gizi dalam daur kehidupan. Bandung: PT. Refika
Aditama.
Tandra, H. (2015). Diabetes bisa sembuh petunjuk praktik mengalahkan dan menyembuhkan
diabetes. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Taylor, S.E. (2006). Health psychology (6th Ed.). Singapore: MC. Grow Hill Book
Company.
Widyanto. (2013). Trend Disease " Trend penyakit saat ini ". Jakarta: CV trans info media.
Winahyu, K. (2018). kepatuhan diet klien diabetes mellitus tipe 2 ditinjau dari dukungan
keluarga di puskesmas cipondoh tangerang. Jurnal ilmiah keperawatan indonesia.
Yasmara, D., Nursiswati, & Arafat, R. (2016). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal
Bedah: Diagnosis NANDA-I 2015-2017 intervensi NIC hasil NOC. Jakarta: EGC.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
