PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP SELF EFFICACY DAN MOTIVASI PADA IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI
DOI:
https://doi.org/10.32584/jikk.v2i1.302Kata Kunci:
ASI, peer education, motivasi, self efficacyAbstrak
Keberhasilan ibu dalam pemberian ASI dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya self efficacy dan motivasi ibu dalam pemberian ASI. Rendahnya motivasi dan self efficacy ibu menyusui disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusui, ibu mengalami kendala dalam menyusui, dan kurangnya keterpaparan informasi mengenai ASI. Upaya peningkatan self efficacy dan motivasi ibu salah satunya dapat dilakukan dengan sharing berupa peer education. Intervensi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keyakinan diri ibu sehingga self efficacy dan motivasi ibu juga meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan self efficacy dan motivasi ibu dalam pemberian ASI. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan pendeketan pre and post with control group. Sampel berjumlah 50 responden, sampel diambil dengan stratified random. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner karakteristik responden, kuesioner BSES-SF dan kuesioner BMIMS. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon, Paired T-Test, Independen T-test. Uji Wilcoxon didapat hasil nilai p value pada kelompok kontrol 0,850 dan kelompok intervensi didapat hasil nilai p value 0,000. Uji Paired T-test didapat hasil nilai p value pada kelompok kontrol 0,594 dan kelompok intervensi didapat hasil nilai p value 0,000. Uji Independen T-test didapatkan nilai p value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh self efficacy dan motivasi ibu dalam pemberian ASI sebelum dan sesudah pemberian paket sukses menyusui antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara peer edukasi terhadap peningkatan self efficacy dan motivasi ibu dalam pemberian ASI. Peer edukasi dapat dijadikan salah satu solusi dalam meningkatkan self efficacy dan motivasi ibu menyusui
Referensi
AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia). (2016). World Breastfeeding World Initiative.
Alligood, M.R., &Tomey, A. M. (2014). Nursing theorist and their work. United State of America: Mosby.
Britton, J., & H. B. (2008). Maternal self-concept and breastfeeding. Journal of Human Lactation, 24, 431–438.
C., D. (2003). The breasfeeding self efficacy scale: psychometric assesment of the short form. JOGNN, 6, 734–744.
Dennis, C. L. & Faux, S. (1999). Development and psychometric testing of the breastfeeding self efficacy scale. Res Nurs Health, 22, 399–409.
Dennis, C., Hodnett, E., Gallop, R., & Chalmers, B. (2002). The effect of peer support on breast-feeding duration among primiparous women: a randomized controlled trial, 166(1), 21–28.
Di, B., Kendal, W., & Tengah, J. (n.d.). Studi Fenomenologi : Pengalaman Menyusui Eksklusif Ibu, 2, 1–13.
Dwi Sartika Wijayanti. (2012). Gambaran Persepsi Ketidakcukupan ASI pada ibu bayi 0-6 bulan di puskesmas Pandanaran Kota Semarang Periode Maret-Mei 2012.
Entwistle, F., Kendall, S., Mead, M. (2010). Breasfeeding Support-The Importance of Self-Efficacy for Low-Income Women. Maternal & Child Nutrition, 6, 228–242.
Hariandja Marihot Tua, E. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.
Indonesia, K. K. R. (2015). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019.
Istianawati, Y. (2011). HUbungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif Dengan Motivasi Memberikan Susu Formula pada Bayi usia 0-6 bulan Di Posyandu Mawar Kliris Kendal. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Yogyakarta.
JE, O. (2008). Educational psyochology developing learnes (Sixth). Jakarta: Erlangga.
Kemenkes. (2015). Menurunkan Angka Kematian Anak Tujuan 4 : Menurunkan Angka Kematian Anak, 51–56.
Kementerian Kesehatan RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia 2015. https://doi.org/351.077 Ind
Man-Ku, C., & Chow, S. K. Y. (2010). Factors Influencing the Practice of Exclusive Breastfeeding Among Hongkong Chinese Women: A Quetionnaire Survey. Journal of Clinical Nursing, 19, 2434–2445.
Mccarter-spaulding, D. E., & Dennis, C. (2010). Psychometric Testing of the Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form in a Sample of Black Women in the United States, (February), 111–119. https://doi.org/10.1002/nur.20368
Mccarter-spaulding, D., & Gore, R. (2009). Breastfeeding Self-Efficacy in Women of African Descent, 230–243. https://doi.org/10.1111/j.1552-6909.2009.01011.x
Mubarak, W., I. & C. (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2007). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rhineka Cipta.
Rahmadhanny, R. (2012). Faktor Penyebab Putusnya ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui di Puskesmas Rumbai Kecamatan Rumbai Pesisir Tahun 2011. Universitas Indonesia.
Rochjati. (2003). Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil. FK Unair.
Spaulding, D. M. (2007). Breastfeeding self efficacy in women of african descent. Proquest.
Suryaningsih, C. (2012). Pengaruh Demonstrasi dan Pendampingan Menyusui terhadap Motivasi dan Kemampuan Ibu dalam Pemberian ASI. Universitas Indonesia.
Suyami. (2017). Pengaruh edukasi tentang pemberian asi eksklusif terhadap tingkat efikasi diri ibu untuk menyusui bayi berat lahir rendah, 05.
Utami, N T; Abdullah, T; Sarake, M. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Birobuli. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Uyun, Z. (2014). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang ASI eksklusif Dengan Motivasi Pemberian ASI Eksklusif. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Wiji, R. N. (2013). ASI dan Panduan Ibu Menyusui. Yogyakarta: Nuha Medika.
Yulianti, F. (2014). Hubungan Antara Karakteristik, Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2014.
Zahro, W., Pangestuti, D. R., & Widajanti, L. (2016). Pola Pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Status Gizi Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu, Kota Semarang. JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 4(3), 272–281. https://doi.org/2356-3346
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

