HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI TENTANG MASALAH KESEHATAN KERJA DAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PETANI TEMBAKAU

Penulis

  • Megah Andriany Universitas Diponegoro
  • Kusyogo Cahyo Universitas Diponegoro
  • Aditya Kusumawati Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikk.v2i1.299

Kata Kunci:

pengetahuan, perilaku bekerja terlindungi, persepsi, petani tembakau

Abstrak

Petani tembakau merupakan kelompok berisiko menderita Green Tobacco Sickness. Sedikit peneliti yang meneliti hubungan antara pengetahuan dan persepsi petani tembakau terkait masalah kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan persepsi tentang masalah kesehatan terkait pekerjaan ini dan perilaku perlindungan diri petani pembakau. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan 90 petani tembakau sebagai responden yang tiggal dan bekerja sebagai petani tembakau minimal satu tahun di sebuah kecamatan di Kabupaten Kendal. Metode sampling menggunakan simpel random sampling. Peneliti mengembangkan kuesioner berdasarkan Model Promosi Kesehatan Pender. Pengumpulan data menggunakan metode survei dan data dianalisis menggunakan analisis data bivariate dengan metode Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan alat pelindung diri dengan pengetahuan (0,000) dan persepsi manfaat dari tindakan (0,003), namun tidak terdapat hubungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan persepsi kerentanan (0,066), keparahan (0,086), dan hambatan terhadap tindakan (0,247). Penelitian ini merekomendasikan kebutuhan pendidikan kesehatan terkait manfaat penggunaan alat pelindung diri dan beberapa strategi untuk menghilangkan hambatan untuk melaksanakan perilaku.

Referensi

Da Mota E Silva, M. S., Da Glória Da Costa Carvalho, M., Moreira, J. C., De Oliveira Barreto, E., De Farias, K. F., Nascimento, C. A., … Ribeiro, F. L. (2018). Green Tobacco Sickness among Brazilian farm workers and genetic polymorphisms. BMC Research Notes, 11(1), 1–5. doi: 10.1186/s13104-018-3135-x

Darmasetiawan, N., & Wicaksono, I. A. (2012). Pengaruh faktor internal petani terhadap peningkatan mutu tembakau di Desa Pacekelan Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Surya Agritama, I(1), 48–58.

DeVellis, R. F. (2017). Scale development: theory and applications (4th ed.). London: SAGE.

Fauziyah, E. (2010). Pengaruh perilaku risiko produksi petani terhadap alokasi input usaha tani tembakau: pendekatan fungsi produksi frontir stokastik. Institut Pertanian Bogo.

Fekadu, F., Beyene, T. J., Beyi, A. F., Edao, B. M., Tufa, T. B., Woldemariyam, F. T., & Gutema, F. D. (2018). Risk perceptions and protective behaviors toward Bovine Tuberculosis among abattoir and butcher workers in Ethiopia. Frontiers in Veterinary Science, 5(July), 1–9. doi: 10.3389/fvets.2018.00169

Fotedar, S., & Fotedar, V. (2017). Green Tobacco Sickness: A Brief Review. Indian Journal of Occupational and Environmental Medicine, 21(3), 101–104. doi: 10.4103/ijoem.IJOEM_160_17

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). The PRECEDE-PROCEED model of health program planning and evaluation. In Health Promotion Planning: An Educational and Ecological Approach (4ht ed.). NY: McGraw-Hill.

Markus, S., Sapartinah, T., Kurniawan, D. W., Jayadi, A., Ahsan, A., Malik, A., … Wiyono, N. (2015). Petani tembakau di Indonesia: sebuah paradoks kehidupan. Indonesian Institute for Social Development.

Park, S. J., Lim, H. S., Lee, K., & Yoo, S. J. (2018). Green Tobacco Sickness among tobacco harvesters in a Korean village. Safety and Health at Work, 9(1), 71–74. doi: 10.1016/j.shaw.2017.06.007

Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parson, M. A. (2015). Health promotion in nursing practice (7th ed.). NY: Pearson.

Putri, K. D. S., & Denny, Y. (2014). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menggunakan alat pelindung diri. The Indonesian Journal of Occupational Safety, Health and Environment, 1(1), 24–36.

Rokhmah, D. (2013). Analisis faktor risiko Green Tobacco Sickness (GTS) dan metode penangannya pada petani tembakau. Jember. Retrieved from https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/58903/dewi_pemula_205.pdf?sequence=1

Saleeon, T., Siriwong, W., Maldonado-pérez, H. L., & Robson, M. G. (2016). Green tobacco sickness and protective behavior among Thai traditional tobacco farmers in Northern Thailand. J Health Res, 30(4), 289–295. doi: 10.14456/jhr.2016.39

SEATCA. (2013). Status of tobacco farming in the Asean region.

Suprapto, S., & Pradono, J. (2013). Faktor risiko “Green Tobacco Sickness†(GTS) pada petani pemetik daun tembakau di Desa Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Jurnal Ekologi Kesehatan, 2(3), 275–281. doi: 10.1109/TIP.2017.2751142

Walton, A. M. L., LePrevost, C. E., Linnan, L., Sanchez-Birkhead, A., & Mooney, K. (2017). Benefits, facilitators, barriers, and strategies to improve pesticide protective behaviors: Insights from farmworkers in North Carolina tobacco fields. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(7), 1–13. doi: 10.3390/ijerph14070677

Diterbitkan

2019-05-29

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI TENTANG MASALAH KESEHATAN KERJA DAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PETANI TEMBAKAU. (2019). Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 2(1), 1-7. https://doi.org/10.32584/jikk.v2i1.299

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama