GAMBARAN PELAKSANAAN TINDAKAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.32584/jpi.v1i2.45

Abstract

AbstrakOral hygiene merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan agar kondisi rongga mulut tetap bersih dan segar sehingga terhindar dari infeksi. Oral hygiene juga mampu mengurangi jumlah mikroorganisme dan pengumpulan organisme yang mengalami translokasi serta kolonisasi di dalam mulut. Pasien di ruang ICU sangat berisiko terkena infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan tindakan perawatan oral hygiene pada pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU). Desain penelitian ini menggunakan deskriptif sejumlah 35 responden yaitu perawat yang bekerja diruang Intensive Care Unit (ICU) menggunakan teknik total sampling. Pelaksanaan tindakan perawatan oral hygiene dalam kategori kurang sebanyak 21 responden (60,0%). Hal tersebut dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara rasio perawat dengan pasien, fasilitas dalam pelaksanaan oral hygiene masih belum memadai, dan perawat juga belum memahami sepenuhnya bagaimana pelaksanaan oral hygiene yang sesuai dengan standar operasional prosedur. Hasil penelitian ini menyarankan, sebaiknya memberikan reward/penghargaan kepada perawat untuk meningkatkan motivasinya dalam tindakan oral hygiene di ICU. Kata kunci     :         Oral Hygiene, Intensive Care Unit, Perawat AbstractDescription of Implementation Oral Hygiene in Patients in the ICU room.Oral hygiene is one of the nursing actions carried out so that the condition of the oral cavity remains clean and fresh so as to avoid infection. Oral hygiene is also able to reduce the number of microorganisms and the collection of organisms that experience translocation and colonization in the mouth. Patients in the ICU room are very at risk for infection. The purpose of this study was to determine the description of the implementation of oral hygiene in patients in the Intensive Care Unit (ICU). This study design using descriptive analytical 35 respondents, a number of respondents is 35 nurses working at Intensive Care Unit (ICU) room using total sampling technique. The implementation of oral hygiene care measures in the less category as many as 21 respondents (60.0%). This is influenced by the imbalance between the ratio of nurses and patients, facilities in the implementation of oral hygiene are still inadequate, and nurses also do not fully understand how the implementation of oral hygiene is in accordance with standard operating procedures. The results of this study suggest, should give rewards / awards to nurses to improve oral hygiene motivation to act in the ICU. Keywords: Oral Hygiene, Intensive Care Unit,  Nurses   

Author Biography

Setianingsih Setianingsih, Sekolah tinggi ilmu kesehatan kendal

Keperawatan jiwa

References

Anjaswarni, T. (2012). Tesis. Analisis Tingkat Kepuasan Klien terhadap Perilaku Caring Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang. Program Pasca Sarjana, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia. Diakses tanggal 2 Oktober 2015.

Bouwhuizen. (2006). Ilmu Keperawatan. Jakarta : EGC.

Farid, Azadin M. (2015). Skripsi. Gambaran Praktik Oral Hygiene oleh Perawat pada Pasien Terintubasi di Intensive Care Unit Rumah Sakit Ken Saras Ungaran. Semarang : Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo Ungaran. Diakses pada tanggal 21 September 2015.

Grap et al. (2005). Oral Care Interventions in Critical Care. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka.

Hidayat, Alimul, A. (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia : Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Hunter, J.D. (2006). Ventilator Associated Pneumonia. Postgrad med. http://pmj.bmj.com/content/82/965/172/full. Diakses pada tanggal 6 Oktober 2015.

Kemenkes. (2011). Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit. Jakarta : Kemenkes RI.

Kusuma, Muslim Argo B., dkk. (2013). Jurnal. Hubungan Motivasi dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Ungaran. Stikes Telogorejo. Diakses pada tanggal 23 Septeember 2015.

Lingga, Jeckson Harliman. (2012). Hubungan Motivasi dan Kompetensi Perawat Pelaksana dengan Kinerja Perawat di RSU dr. Ferdinand Limbon Tobing Sibolga. FIK : USU. Diakses pada tanggal 23 September 2015.

Lloyd, G & Guthrie, E. (2007). Handbook of Liaison Psychiatry. New York.

Mangkunegara, Anwar P. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Notoatmodjo, S. (2007). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Nursalam. (2007). Manajemen Keperawatan dan Aplikasinya. Jakarta : Salemba Medika.

Perry, A.G & Potter, P.A. (2009). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, proses, dan praktik (Ed.7). Alih bahasa Komalasari R., Evriyani D., Novieastari E., Hany A., & Kurnianingsih S. Jakarta : EGC

Pertiwi. (2012). Skripsi. Tingkat Kepuasan Klien Terhadap Kualitas Tindakan Keperawatan dalam Pemenuhan Kebersihan Diri dan Hubungan Terapeutik Perawat – Klien. Yogyakarta : Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Gajah Mada.

Purwanto, Ngalim. (2006). Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosida Karya.

Robbins, Stephen P. (2009). Organizational Behavior. Ed. 9. Prentice Hall Intenational Inc.

Roeslan, Boedi Oetomo. (2012). Respon Imun di Dalam Rongga Mulut. Majalah Ilmiah Kedokteran Gigi. Scientific Journal in Dentistry No.49 Tahun 17. September 2005.

Salam, Suci Apriana, dkk. (2013). Jurnal. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pelaksanaan Oral Hygiene pada Penderita Stroke di Ruang Perawatan RSUD Labuang Baji Makassar. Diakses pada tanggal 19 September 2015.

Shocker, Medical. (2008). Skripsi. Hubungan Pelaksanaan Tindakan Oral Hygiene dengan Kejadian Infeksi Rongga Mulut pada Pasien Cedera Kepala Ringan dengan Penurunan Kesadaran di Ruang 13 RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Diakses tanggal 2 Oktober 2015.

Suarli dan Yanyan, B. (2009). Manajemen Keperawatan dengan pendekatan praktis. Jakarta : Erlangga Medical Series.

Sugiharto. (2012). Manajemen Keperawatan. Jakarta : EGC.

Sukardi, H. (2005). Analisis Kebutuhan Tenaga Perawat Berdasarkan Kategori Pasien di Irna Penyakit Dalam RSU Tugurejo Semarang. Diakses pada tanggal 21 September 2015.

Susanti, Ervina Novi. (2013). Skripsi. Hubungan Karakteristik Perawat dengan Motivasi Perawat dalam Pemenuhan Kebutuhan Kebersihan Diri Pasien di Ruang Rawat Inap RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Diakses tanggal 22 September 2015.

Toode, K., Routasalo, P., & Souminen, T., (2011). Work Motivation of Nurses : a Literature Review. International Journal or Nursing Studies. Diakses 5 Oktober 2015

Walgito, Bimo. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset.

Willis M., Bidwell P., Thomas P. (2008). Motivation and Retention of Health Workers in Developing Countries. Diakses 5 Oktober 2015.

Zakkiyah, Siti Annisa, dkk. (2012). Gambaran Faktor Motivasi Perawat dalam Pemenuhan Kebutuhan Personal Hygiene Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Sumedang. Diakses tanggal 22 September 2015.

Zuhdi. (2010). Jurnal. Hubungan Kemampuan dan Motivasi Kerja Perawat dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Tabanan Bali. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2015.

Downloads

Published

2017-11-09