HEALTH BEHAVIOUR PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DALAM MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI

Authors

  • Restuning Widiasih Universitas Padjadjaran
  • Anita Setyawati

DOI:

https://doi.org/10.32584/jpi.v2i1.17

Keywords:

Promosi kesehatan, Pencegahan penyakit, Kesehatan reproduksi perempuan

Abstract

AbstrakIndonesia masih tertinggal dalam banyak aspek kesehatan reproduksi khususnya pada perempuan. Upaya-upaya promosi dan prevensi kesehatan perempuan pada kelompok perempuan sehat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kondisi kesejahteraan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya promosi kesehatan dan prevensi timbulnya penyakit pada kesehatan reproduksi perempuan usia subur. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif, jumlah sampel 51 perempuan di Wilayah Cikutra, instrument penelitian berupa kuesioner tentang aktivitas perempuan dalam menjaga kesehatan reproduksi. Cara pengumpulan data dilakukan langsung pada responden, data dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan upaya perempuan menjaga kesehatan reproduksi bervariasi yaitu seluruh responden mengikuti program keluarga berencana, menjaga kesetiaan pada pasangan dan upaya untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga dilakukan oleh sebagian besar responden. Disisi lain sedikit perempuan melakukan upaya pencegahan penyakit infeksi sistem reproduksi, dan upaya pencegahan penyakit kanker payudara dan kanker cerviks. Kesimpulan, upaya perempuan menjaga kesehatan reproduksi belum maksimal, perlu perhatian yang lebih dari pemerintah untuk lebih memfasilitasi perempuan dalam meningkatkan kesehatan dan pencegah penyakit reproduksi. Kata kunci; Promosi kesehatan; Pencegahan penyakit; Kesehatan reproduksi perempuan Abstract Please Reproductive Health Behaviour amongst Women of Reproductive Age. Women’s reproductive health in Indonesia is still under expectation. Women’s health promotion and illness prevention programmes are significant to improve women’s wealthiness, in particular, their reproductive health. The objective of this study was to determine women’s health behavior related to health promotion and illness prevention in reproductive diseases and issues. this study applied the descriptive qualitative approach that involved 51 women from sub-district Cikutra, Bandung. Respondents filled in a questioner about women’s health behavior in health promotion and illness prevention related to reproductive health. The data were analyzed using distribution frequency. This study found that all respondents participated in the family planning programmes (100%), the majority of respondents were faithful to their partner (92%), and they understood how to deal with domestic violence (75%). While less of women did illness prevention or screening related to infection of the reproductive system (31%), and breast and cervical cancer (35% and 39%, respectively). Women’s reproductive health behavior is not maximum yet. the Indonesian government needs to provide more attention, facilities, and programmes to enhance women’s health behavior in women’s reproductive health promotion and illness prevention. Keywords: health promotion, illness prevention, women’s reproductive health 

References

Barus, H. (2009). Perilaku Pria terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi di Desa Barus Jahe Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo.

Baziad, A. (2003). Menopause Dan Andropause. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

BKKBN, Jawa Barat. (2011). Peserta KB Aktif Agustus 2011.

BKBPP, Kab.Sumedang. (2011). Laporan Umpan Balik Agutus 2011.

BKKBN, Sumsel. (2008). Partisipasi Pria Dalam Program KB ”Antara Harapan Dan Kenyataan” .

Doengoes, E.Marilyn, et al. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.

Ekanita, P., & Khosidah, A. (2013). Hubungan antara pengetahuan dan sikap WUS terhadap perilaku pemeriksaan payudara sendiri Jurna Bidan Prada, 4(2).

Endang, Purwoastuti. (2008). Menopause Siapa Takut?. Yogyakarta: Kanisius.

Hartanto, Hanafi. (2004). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : Sinar Pustaka Harapan.

Lantu, & Saraswati. (2013). Gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang pap smear di desa Pulubala Kabupaten Gorontalo. KIM Fakultas ilmu-ilmu kesehatan dan keolahragaan, 1(1).

Lowdermilk & Perry. (2007). Maternity and Women Health Care, 9 th edition, Mosby Elsevier.

Kasdu, Dini. (2002). Kiat Sehat dan Bahagia di Usia Menopause. Jakarta: Puspaswara.

Kim, Lambe, F. M., Soetikno, D., Wysong, M., Tergas, A. I., Rajbhandari, P., . . . Lu, E. (2013). Evaluation of a 5-year cervical cancer prevention project in Indonesia: Opportunities, issues, and challenges. J Obstet Gynaecol Res, 39(6), 1190-1199. doi:10.1111/jog.12052.

Manuaba, Ida B.G. (1998). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan.

Maulana, Heri D.J. (2009). Promosi Kesehatan. Jakarta :EGC.

Mattson, S & Smith, J. E. (2000). Core curriculum for maternal-newborn nursing. Philadelphia: W.B Saunders Company.

Notoatmodjo, (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Pakasi, L. S. (2000). Menopouse. Jakarta: FKUI.

Perry & Poter. (2005). Fundamental Of Nursing . Edisi 4. Volume 1. Mosby: Year Book Inc.

Pinem, Saroha. (2009). Kesehatan Reproduksi dan Kontrasepsi. Jakarta: Trans Info Media.

Putri. (2016). Hubungan antara vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur diDusun Kejawan Selatan, Kabupaten Bangkalan, UNUSA Resipatory, http://repository.unusa.ac.id/.

Rebecca, P.B. (2007). Menopause. Jakarta: Erlangga.

Saefudin, A.B. (2003). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Santock, J.W. (2002). Life Spant Development. Jakarta: Erlangga.

Downloads

Published

2018-05-05

Issue

Section

Articles