Hubungan antara Usia dan Lama Operasi dengan Hipotermi pada Pasien Paska Anestesi Spinal di Instalasi Bedah Sentral

Authors

  • Widiyono Widiyono Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan, Universitas Sahid Surakarta, Indonesia
  • Suryani Suryani Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan, Universitas Sahid Surakarta, Indonesia
  • Ari Setiyajati Perawat RSUD Moewardi Surakarta, Minat Medikal Bedah, Program Studi Ilmu Keperawatan Keperawatan Universitas Sahid Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikmb.v3i1.338

Keywords:

hipotermi, instalasi bedah sentral, lama operasi, spinal anastesi, usia

Abstract

Anestesi spinal adalah teknik yang sering dilakukan dalam tindakan operasi, meskipun banyak dilaporkan kejadian komplikasi setelah menjalani anestesi. Komplikasiyang sering terjadi diantaranya adalah hipotermi. Dampak negatif hipotermi terhadap pasien, antara lain risiko perdarahan meningkat, iskemia miokardium, pemulihan paska anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, serta meningkatnya risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan lama operasi dengan hipotermi paska anestesi spinal di Instalasi Bedah Sentral. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 53 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden paska anestesi spinal berusia lansia sebanyak 22 orang (41,8%) dan lama operasi responden paska anestesi spinal tergolong cepat yaitu sebanyak 33 orang (62,3%). Ada hubungan antara faktor usia (p=0,028) dan lama operasi (p=0,005) dengan hipotermi paska anestesi spinal. Kesimpulan penelitian ini yakni adanya hubungan antara usia dan lama operasi dengan hipotermi pada pasien paska anestesi spinalSpinal anesthesia is a technique that is often performed in surgery, although many reported the incidence of complications after undergoing anesthesia. Complications that often occur include hypothermia. The negative effects of hypothermia on patients include the risk of increased bleeding, myocardial ischemia, longer post-anesthesia recovery, impaired wound healing, and increased risk of infection. This study aims to determine the relationship of age and duration of surgery with hypothermia after spinal anesthesia at the Central Surgical Installation. This research uses descriptive correlational with cross sectional design. A sample of 53 people with a purposive sampling technique. Data analysis techniques using the Chi-Square test. The results showed majority of respondents who after taking spinal anesthesia is elderly were 22 people (41.8%). The duration of operation of post spinal anesthesia was relatively fast as many as 33 people (62.3%). There is a relationship between age (p=0.028) and duration of surgery(p=0.005) with hypothermia after spinal anesthesia. The conclusion of the study is any significant relationship between age and duration of surgery with hypothermia after spinal anesthesia.

Author Biography

Widiyono Widiyono, Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Sains, Teknologi dan Kesehatan, Universitas Sahid Surakarta, Indonesia

departement of medical surgical nursing, universitas sahid surakarta

References

Aribowo, N. K. (2012). Hubungan Lama Tindakan Anestesi dengan Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca General Anestesi di IBS RSUD Muntilan Magelang. Skripsi DIV Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Buggy, D. J., & Crossley, A. W. A. (2010). Thermoregulation, Mild Perioperaatie Hypothermia and Post Anesthetic Shivering.Br.J Anaesth 84(5): 615-628.

Depkes RI. (2009). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Harahap A. M, Kadarsah R.K, dan Oktaliansah E. (2014).Angka Kejadian Hipotermia dan Lama Perawatan di IBS pada Pasien Geriatri Pascaoperasi Elektif Bulan Oktober 2011- Maret 2012 di Rumah Sakit Dr.Hasan Sadikin Bandung.Jurnal Anestesi Perioperatif Volume 2(1) No: 36-44. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Hungu. (2009). Demografi Kesehatan Indonesia. Jakarta: Grasindo

Indriati, E. 2010. Antropometri untuk Kedokteran, Keperawatan, Gizi dan Olahraga. Yogyakarta: PT. Citra Aji Parama.

Islami, R. H. (2012). Pengaruh Penggunaan Ketamin Terhadap Kejadian Menggigil Pasca Anestesi Umum. Jurnal Medika Media Muda Karya Tulis Ilmiah. S1 Kedokteran Umum Uniersitas Diponegoro Semarang.

Latief, Said, Suryadi, Suryadi, A.Kartini.,& Dachlan, M. Ruswan. (2009). Petunjuk Praktis Anestesiolog1 (2 ed). Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Mahalia, S. M. (2012). Efektivitas Tramadol Sebagai Pencegah Menggigil Pasca Anestesi Umum. Jurnal Publikasi. Kedokteran Umum Uniersitas Diponegoro Semarang.

Majid, A., Judha, M., & Istianah, U. (2011). Keperawatan Perioperatif. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Mangku, G., & Senapathi, T. G. A. (2010). Ilmu Anestesia dan Reanimasi. Jakarta: PT. Indeks.

Mubarokah, PP. (2017). Faktor-faktor yang Berhungan dengan Hipotermi Pasca General Anestesi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kota Yogyakarta. Jurnal Publikasi. Yogyakarta: Jurusan Keperawatan, Poltikes Kemenkes.

Mulyati. (2013). Gambaran Angka Kejadian Hipotermi dan Lama Perawatan di Ruang Pemulihan pada Pasien Lansia Pasca Operasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Anestesi Perioperatif 2013

Putzu, M. 2007. Clinical Complications, Monitoring And Management of Perioperative Mild Hypothermia: Anesthesiological Features. Acta Biomed.Vol. 78: 163-9.

Reeder, SJ, Martin, LL & Griffin, DK. (2012).Keperawatan Maternitas: Kesehatan Wanita, Bayi, & Keluarga, 18th edn. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Rosjidi, C. H., dan Isro’ain. (2014). Buku Ajar Peningkatan Tekanan Intrakranial & Gangguan Peredaran Darah Otak.Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Sabiston, D. C. (2011). Buku Ajar Bedah. Jakarta : EGC.

Setiyanti, W. (2016). Efektifitas Selimut Alumunium Foil Terhadap Kejadian Hipotermi pada Pasien Post Operasi RSUD Kota Salatiga. Jurnal Publikasi Ilmiah. Surakarta: S1 Keperawatan Stikes Kusuma Husada Surakarta.

Yang, Lu., Huang CY, Zhou ZB. (2015). Risk factors for hypothermia in patients under general anesthesia: Is there a drawback of laminar airflow operating rooms? A prospective cohort study.International Journal of Surgery. Volume 21, September 2015, Pages 14-17

Yulianto & Budiono. (2011). Desain dan Pembuatan Inkubator Berdasarkan Distribusi Temperature.JURNAL GAMMA, vol. 8, 1:140-147.

Downloads

Published

2020-05-31

Issue

Section

Articles