Efektivitas Akupresur Titik Hegu-Sangciu dan Kompres Air Hangat pada Leher terhadap Nyeri Post Intubasi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

Arif Mubarok, Asep Hidayat, Suryo Febriyanto

Abstract


Intubasi merupakan prosedur yang sering dilakukan di ruang Intensive Care Unit (ICU). Adanya intubasi juga mengakibatkan nyeri, prevalensi nyeri post intubasi terjadi sebesar 90% (Suhera Beevi, 2010). Beberapa penelitian menunjukkan stigma yang kurang baik pada penggunaan terapi farmakologi dalam mengatasi nyeri (Brown, 2014). Akupresur salah satu teknik pengobatan tradisional Cina yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri. Kompres hangat juga merupakan salah satu teknik dalam menurunkan intesitas nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas akupresur titik hegu-sangciu dan kompres air hangat pada leher, terhadap penurunan nyeri pasien post intubasi. Metode penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain non equivalen pre and post control. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Sejumlah 20 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi untuk masing-masing kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah skala Non Verbal Pain Scale (NVPS). Pada analisis univariat data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Pada Analisis bivariat digunakan uji T berpasangan dengan nilai kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh intensitas nyeri yang bermakna sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat p=0.00 (p<0.05). Sebaliknya, didapatkan tidak ada pengaruh intensitas nyeri yang bermakna antara pengambilan data sebelum dan sesudah pada kelompok akupresur p=0.074 (p>0.05). Oleh karena itu, kompres hangat lebih disarankan untuk digunakan dalam mengatasi nyeri pasien post intubasi.


Keywords


Akupresur; Kompres Hangat; Nyeri;

Full Text:

PDF

References


Adiguna, P. (2014). Titik-titik ajaib penumpas penyakit. Yogyakarta : Genius Publisher.

Anderson, O. (2007). Heat treatment. Diakses pada tanggal 2 Maret 2018 dari http:/www.warmbuddy.com.

Aini, S. (2010). Pengaruh kompres hangat terhadap perubahan tingkat nyeri pasien rematik di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Padang Tahun 2010. Padang: Universitas Andalas.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

Asmadi. (2008). Teknik prosedural keperawatan : konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien. Jakarta : Salemba Medika.

Dahlan, M.S. (2011). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.

Demir, Y. (2012). Non-pharmacological therapies in pain management. Turkey: Abant İzzet Baysal University, Bolu Health Sciences High School.

Efendi, Ferry, & Makhfudli. (2009). Keperawatan kesehatan komunitas : teori dan praktik dalam keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Gloth, F. M. et al. (2001). The functional pain scale: reliability, validity and responsiveness in an elderly population. Journal of the American Medical Directors Association, 2(3), 110-114.

Hidayat, A. (2013). Pengantar kebutuhan dasar manusia-aplikasi konsep dan proses keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Mahmud, M. H. (2007). Terapi air. Jakarta : Qultum Media.

Malde AD, Sarode V. (2007). Attenuation of the Hemodynamic Response to Endotracheal Intubation: Fentanil versus Lignocaine. The Internet J of Anesth.

Masjoer, Arif, dkk. (2001). Kapita selekta kedokteran. Edisi Ketiga. Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius.

Mcmanuc, J.G., & Harrison, B. (2005). Pathophysiology of acute pain: in pain and sedation management in the 21st century. Departement Emerg Medclin.

Morgan, E., et al. (2006). Airway management. In: Clinical Anesthesiology. 4th ed. New York: A Lange medical book.

Morgan, G.E. et al. (2002). Nonvolatile anesthetic agents. In:Lange Clinical Anesthesiology. 3rd ed.New York:Mc Graw-Hill;p 169-72.

Mort, T.C. (2007). Complication of emergency tracheal intubation: hemodynamic alterations – part I. J Intensive Care Med. Sage Publication 22;157.

Nicholson, L. & O’Brien, M. (2007). Intensive care high dependancy orientation learning package. Assessing The Adequacy of Ventilation and Oxygenation.

Oka, Putu Sukanta. (2008). Pijat akupresur untuk kesehatan. Jakarta: Penebar Plus.

Park, S.Y. Et al. (2011). Application of triamcinolone acetonide paste to the endotracheal tube reduces postoperative sore throat: a randomized controlled trial.Can J Anaesth.

Prasetyo, S.N. (2010). Konsep dan proses keperawatan nyeri. Jakarta: Graha Ilmu.

Sally, R. (2013). Perbandingan kejadian nyeri tenggorokan paska ekstubasi akibat penggunaan pipa endotrakea. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Smeltzer, S.C., & Bare, B.G. (2001). Buku ajar keperawatan medikal-bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8. Volume 1. Jakarta : EGC.

Samsudin. (2013). Pengaruh terapi pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Skripsi. Semarang : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo.

Tambayong, J. (2000). Patofisiologi untuk keperawatan. Jakarta : EGC.

Tamsuri, A. (2007). Konsep dan penatalaksanaan nyeri. Jakarta: EGC.

Thompson, L. (2006). Evidence based practice tracheal suctioning of adults with an artificial airway. Thompson & Gale. 2006. Intensive Care Unit.

Wardani, D.S. (2011). Perilaku nyeri pasien post operasi di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Wasis. (2008). Pedoman riset praktis untuk profesi perawat. Jakarta : EGC.

Widyaningrum, H. (2013). Pijat refleksi dan 6 terapi alternatif lainnya. Yogyakarta : Media Pressindo.




DOI: http://dx.doi.org/10.32584/jikmb.v1i2.190

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Central Java Nursing Center, Jl. Yos Sudarso No. 47-49 Genuk, Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tel / fax : (024) 769 13574 / (024) 769 13575 | Email: jurkep.kmb@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.