PERBEDAAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DAERAH RURAL DAN URBAN

Authors

  • Yulia Susanti STIKES KENDAL
  • Ria Septiyana Program Studi Sarjana Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal.
  • Sekar Ella Praditta Program Studi Sarjana Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikk.v4i1.922

Keywords:

GERMAS, rural, urban

Abstract

Masyarakat memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan nasional adalah status kesehatan. Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) merupakan program peningkatan status kesehatan berbasis masyarakat. Pemerintah Jawa Tengah sendiri menetapkan indikator GERMAS di Jawa Tengah yaitu ABCDEF yang merupakan singkatan dari Aktivias Fisik rutin 30 menit sehari, Banyak konsumsi sayur setiap hari, Cek Kesehatan, Diberikannya ASI ekseklusif, Enyahlah secepatnya asap rokok dan Fokus pada pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku masyarakat dalam pelaksanaan GERMAS rural dan urban. Rancangan cross sectional digunakan untuk mengumpulkan data dalam variabel karakter perilaku masyarakat dalam GERMAS  di daerah rural dan urban. Lokasi penelitian ini di Desa Plantaran Kaliwungu Selatan dan Kelurahan Bugangin Kendal. Responden dalam penelitian ini berjumlah 288 orang. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner terstuktur. Analisis data menggunakan software komputer. Uji statistik yang digunakan adalah chi square untuk mengetahui perbedaan perilaku GERMAS pada masyarakat rural dan urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku gerakan masyarakat hidup sehat pada masyarakat rural dan kelompok masyarakat urban (p=0,001). Perlu dilakukan edukasi tentang indikator perilaku gerakan masyarakat hidup sehat, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan secara sehat sesuai program yang dijalankan oleh pemerintah. The community has an important role in national development. One of the inseparable part of national development is health status. The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a community-based health status improvement program. The Central Java goverment sets the GERMAS indicator in Central Java, namely ABCDEF which stands for routine physical activity for 30 minutes a day, lots of vegetable comsumption every day, health checks, giving exclusive breastfeeding, get rid of ciggarette smoke as soon as possible and focus on preventing stunting. This study aims to determine the differences in communty behavior in the implementation of rural and urban GERMAS. Cross sectional design was used to collect data on the variable character behavior of the community in GERMAS in rural and urban areas. Location of this research is in the village of Plantaran Kaliwungu Selatan and Bugangin Kendal. Respondents in this study amounted to 288 people. Data collected with a questionnaire. Data analysis using computer software. The statistical test used is the chi square test to determine the differences in GERMAS behavior in rural and urban communities. The results showed that there were differences in the behavior of the healthy life movement in rural and urban (p=0,001). Education needs to be carried out on indicators of the behavior of community movement to live a healthy life, so that people can live a healthy life according to the programs run by the goverment.

References

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Buku Panduan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat;Kemenkes RI; Jakarta.

Herayana, A. (2017). Epidemologi Penyakit Tidak Menular. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Jakarta.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal. (2017). Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal. DKK Kendal.

Hastuti, NP. Susanti, Y. Iqomh, MKB. (2019). Gambaran Pelaksanaan Kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). J. Ilmiah STIKES Kendal. 2019;9(2):141-148.

Padila. (2013) Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.

Retnowulandari. Wahyuni. (2016) Kepala keluarga dalam hukum keluarga di Indonesia: tinjauan perspektif gender dalam hukum agama, adat, hukum nasional. J. Hukum Prioris.

Sidaria dan Hidayati (2019). Tingkat Pengetahuan, Peran Petugas Kesehatan dan Penerapan GERMAS Di RW 8 Kelurahan Kubu Marapala. Ensiklopedia of Journal volume 2 Nomor 1 Edisi 2 Bulan Oktober Tahun 2019 http://jurnal.ensiklopediaku.org

Tamnge dan Munir (2018). Pelayanan Tenaga Kesehatan Dengan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Dalam Program GERMAS di Sukolilo Tuban.

Ambarwati dan Prihastuti (2019). Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebagai upaya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini. http://journal/lldikti9.id/CER/index Vol 1, No 1, April 2019 pp 45-52, p-ISSN: 2656-7938.

Cokroadhisuryani (2018), Analisis Pelaksanaan Gerakan masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik I. dspace.uii.ac.id.

Junita, Handayani dan Alfiah (2020). GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Di Desa Rambah Hilir. Dalam Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vo. 3 No 1 Tahun 2020 http://journal.unpad.ac.id/kumawula/issue/view. https://doi.org/10.24198/kumawula.v3i1.24743

Tedi, Fadly dan Ridho (2018). Hubungan Program GERMAS terhadap kebiasaan hidup masyarakat yang telah dan belum mendapatkan sosialisasindi wilayah kerja puskesmas kecamatan sukarame Palembang. Jurnal kesehatan poltekkes palembang vol 13 No 1 tahun 2018. https://doi.org/10.36086/jpp.v13i1.77 .

Zainul, Junaidi, Nasrul, Masudin (2019). Inisiasi Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) di Poltekkes Kemenkes Palu. Vol 13 No 1 Bulan Mei Tahun 2019 halaman 54-61, https://doi.org/10.33860/jik.v13i1.33 http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/JIK

Rahmawaty, Handayani, Sari dan Rahmawati (2019). Sosialisasi dan Harmonisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Di Kota Sukabumi.

Downloads

Published

2021-05-31

Issue

Section

Articles