PENGARUH SIT STRETCHING TERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA KARYAWAN DI PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA CABANG SEMARANG

Authors

  • Gamalia Anggriya Dwi Putra STIKES Telogorojo Semarang
  • Asti Nuraeni STIKES Telogorejo Semarang
  • Mamat Supriyono Dinas Kesehatan Kota Semarang

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikk.v1i1.76

Keywords:

Lower back pain, sit stretching, employees

Abstract

Lower back pain is one of musculoskeletal disorder in the shape of pain in the back bone, to be exact is in the forth lumbar to the first sacrum. It is caused by the not appropriate posture (not ergonomic) while working or doing the activities, such as very long standing or sitting. This complaint can be reduced by sit stretching regularly. The aim of this study is to find out impact of sit stretching towards the changes of scale of lower back pain on employees at PT. Rifan Financindo Berjangka Branch Semarang. The method of research is quasy experiment designed in pre test and post test with compare group. Research subjects are 30 male and female employees. Sample taking uses total sampling. Statisitic test utilizes Mann Whitney with level of meaning (α=0,05). The result of pre test statisitc test is p-value = 0,467 (> 0,05), it means that  there is no significant difference scale of lower back pain between intervention group and compare group  before performing sit stretching to intervention  group. The post test statisitic the result is p-value = 0,001 (> 0,05), it means there is a significant difference scale of lower back pain at intervention group with compare group after performing sit stretching on the intervention group. Based on result of p-value on post test can be concluded that there is an impact of sit stretching towards the changes in scale of lower back pain on the employees at PT. Rifan Financindo Berjangka Branch Semarang.

References

Akbar, Muhammad. (2012). Proses terjadinya lower back pain. https://www.academia.edu/5999574/Proses_terjadi_lober_back_pain. diakses tanggal 04 Juni 2016.

Anderson, Bob. (2008). Stretching-peregangan. Jakarta : PT. Serambi Ilmu Semesta (2010). Stretching in the office. Jakarta : PT. Serambi Ilmu Semesta.

Anggraeni, Riawan Rahayu. (2015). Manfaat peregangan otot terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja bagian knitting gantung PT. Royal Korindah Purbalingga. http://lib.unnes.ac.id/22940/1/6411411137.pdf. diakses tanggal 30 Mei 2017.

Ayuningtyas, Santie. (2012). Hubungan antara masa kerja dengan risiko terjadinya nyeri punggung bawah (NPB) pada karyawan PT. Krakatau Steel di Cilegon Banten. http://eprint.ums.ac.id/21930/19/Naskah_publikasi_santie.pdf. diakses tanggal 13 Mei 2017.

International Labour Organitation (ILO). (2011). Musculoskeletal system-Low back region.http://www.iloencyclopaedia.org/part-i-47946/musculoskeletal-system /17-6-musculoskeletal-system/low-back-region. diakses tanggal 16 Desember 2016.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). (2016). Masa kerja. http://kbbi.web.id/masa. diakses tanggal 16 Mei 2017.

Lady, Queen. (2016). Sepuluh manfaat reguler peregangan untuk rugi berat dan kesehatan. http://queenladdy.com/id/pages/474876. dikases tanggal 17 Maret 2017.

Lukman, Nurna Ningsih. (2009). Asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal. Jakarta : Medika Salemba.

Maulana, Yati. (2014). Sembilan penyebab sakit punggung mulai menyerang anak muda. https://indonesiana.tempo.co/read/8231/2014/01/27/yatimaulana/9-penyebab-sakit-punggung-mulai-menyerang-anak-muda. diakses tanggal 20 Mei 2017.

Nainggolan, Sri Yanti. (2016). Manfaat peregangan bagi tubuh. http://m.metrotv-news.com/rona/kesehatan/2NPoa79k-manfaat-peregangan-bagi-tubuh. diakses tanggal 17 Maret 2017.

Nurdiati, Wiwit, Gamya T. U., Sri U. (2015). Pengaruh latihan peregangan terhadap penurunan intensitas nyeri pada perawat yang menderita low back pain (LBP) Vol. 2. No. 1. http://jom.unri.ac.id/index.php/ JOMPSIK/ article/view/8340/. diakses tanggal 21 Juni 2016.

Okanato, Adi. (2014). Pengaruh pemberian peregangan (stretching) terhadap penurunan keluhan nyeri pinggang dan nyeri punggung bawah (low back pain) pada pekerja bagian menjahit CV. Vanilla Production Susukan Semarang. http://eprints.ums.ac.id/32682/22/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf. diakses tanggal 22 Mei 2017.

Tjokorda Mahadewa G.B., Sri Maliawan. (2009). Diagnosis dan tatlaksana. Kegawata daruratan tulang belakang. Jakarta : FKU Universitas Indonesia. diakses tanggal 27 Januari 2017.

Warapsari, Dyah Lathu, Zaenal Sugiyanto, dan Eko Hartini. (2014). Hubungan posisi kerja dan waktu kerja terhadap nyeri pinggang bawah (low back pain) pada pekerja pengolahan bandeng presto Kelurahan Bandengan Kecamatan Kendal.http://eprint.dinus.ac.id/7933/ diakses tanggal 17 Desember 2016.

World Health Organization (WHO). (2014). WHO | Regional estimates for 2000–2011[Online]. Available at: http://www.who.int/healthinfo/ global_burden_disease /estimates_ regional/en/ index1.html/. diakses tanggal 17 April 2016.

Wulandari, Reisma. (2013). Perbedaan tingkat nyeri punggung bawah pada pekerja pembuatan teralis sebelum dan sesudah pemberian edukasi peregangan di Kecamatan CilacapTengah Kabupaten Cilacap vol 2, no.1. download.portalgaruda.org/article.php?article=73973&val=4700/. diakses tanggal 17 April 2016.

Yulitania, Desi Dyah. (2015). Perbedaan pengaruh peregangan dan william flexion exercise terhadap nyeri punggung bawah non spesifik pada pemetik teh di perkebunan teh jamus. http://eprints.ums.ac.id/39199/HALAMAN%20 DEPAN.pdf. diakses tanggal 16 April 2016.

Downloads

Published

2018-09-13