HUBUNGAN KEPERCAYAAN KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2

Authors

  • Istianna Nurhidayati STIKES Muhammadiyah Klaten
  • Fitri Suciana STIKES Muhammadiyah Klaten
  • Ida Zulcharim STIKES Muhammadiyah Klaten

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikk.v2i2.412

Keywords:

Health belief, diabetes mellitus type 2, medication adherence.

Abstract

Diabetes mellitus in Klaten have increased, especially in Karangnongko health center in 2016 there were 15 (0.002%) patients and in 2017 there were 538 (0.05%). This study aimed to determine  relationship of health beliefs with medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus in the Karangnongko health center. This research used descriptive analytic design with cross sectional approach. Sample this study was 44 respondents, obtained by purposive sampling technique. The instruments of data collection used questionnaires. The results of the Pearson correlation analysis concluded average age of respondents was 53 years, the youngest age was 40 years and the oldest was 63 years, the sex of female respondents (75.0%), education level of elementary school (50.0%), not working (56.8%), duration of diabetes mellitus <5 years (75.0%), fasting blood sugar> 126 mg / dl (88.6%), other perceived health problems (61.4%), drugs consumed biguanide (79.5 %). Health belief in this study at least 65, a maximum of 141 and an average of 112.66 ± 21,824. Medication adherence  at least 3, a maximum of 8 and an average of 6.34 ± 1,413. Pearson correlation test results  was a relationship of health belief with medication adherence (p = 0,000). Relation of health belief with medication compliance showed a moderate positive correlation with correlation coefficient value or r =0.489 which means the greater the confidence of health hence the higher compliance of drug in diabetes mellitus type 2  at Karangnongko Health Center. Health belief have a relationship with the adherence of taking drugs diabetes mellitus type 2 at Karangnongko  Health Center.

References

Arikunto. (2013). Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik, Jakarta: Rineka Cipta

Bilous, R & Donely , R. (2014). .Buku Pegangan Diabetes, Jakarta: Bumi Medika

Brunner & suddarth . (2013). Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta : EGC

Craven, Constance Hirnle & Sahron Jensen. (2013). Fundamental of nursing human health and function ,China: Wolter Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins

Delamater, A. M. (2006). Improving Patient Adherence. Clinical Diabetes, 24(2), 1-7

Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. (2016). Profil Kesehatan Kabupaten Klaten 2016.

Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. 2017. Profil Kesehatan Kabupaten Klaten 2017.

Dinas kesehatan provinsi jawa tengah (2013), profil kesehatan jawa tengah 2013. Semarang

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2016). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2016.

Eryna, L, P. (2016). Hubungan antara Latihan Jasmani dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes. Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Fitriani, (2011). Promosi Kesehatan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Glanz, K., K. Rimer, K.,& Viswanath, K. (2008). Healtth Behavior and Health Education Theory, Research, and Practice ( ). United States of America; Jossey Bass

Hasbi M. 2012. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Penderita Diabetes Mellitus Dalam Melakukan Olahraga di Wilayah Kerja Puskesmas Praya Lombok Tengah. Tesis. Tidak Dipublikasikan

Hidayat, A. A. (2011). Metodologi Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika

Hurst, M. (2015) . Keperawatan Medikal Bedah , Jakarta : EGC

Kelana, D.K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan, Jakarta: Trans Info Medika

Kemenkes , RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta :Kementrian Kesehatan

Kozier & erb’s, (2008). Fundamentals of nursing concepts,process, and practice, United States of America: Pearson Education Inc

Kozier, Erb, Berman, Synder. (2010). Fundamental keperawatan konsep, proses & praktik, Jakarta : Buku Kedokteran EGC

Lina ,E. P & Nurhayati, T. (2017). Analisis Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien DM Tipe 2 Dalam Melakukan Perawatan Kaki. http://journal.unusa.ac.id/index.php/jhs/article/viewFile/377/353. ( diakses pada 28 Feruari 2018)

Lina, E, P dan Sholihatul, M. (2016). Faktor Risiko Komplikasi Kronis (Kaki Diabetik) dalam Diabetes Melitus Tipe 2. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas M uhammadiyah Ponorogo. http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TIJHS/article/view/382.(diakses pada 17 Februari 2018)

Maulana. (2009). Promosi Kesehatan, Jakarta: EGC

Morisky, D.E., DiMatteo, M.R.. (2011). Improving the measurment of self-reported medication nonadherence: Final response. Journal of Clinical Epidemiology, Vol. 64, p 258-263

Nies, M & Mcewen, M. (2015). Community/public health nursing:promoting the health of populations, China: Elseivers Sunders

Niven, N . (2013). Psikologi Kesehatan. Edisi kedua, Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Notoadmojo, S. (2013). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta

Novita, N & Franciska, Y. (2011). Promosi Kesehatan Dalam Pelayanan Kebidanan, Jakarta: Salemba Medika

Novyanda. H.,& Hadiyanti W. (2017). Hubungan Penanganan Diabetes Militus : Edukasi Dan Diet Terhadap Komplikasi Pada Pasien DM Tipe 2 DiPoliklinik RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung. http://journal.stikep-ppnijabar.ac.id/index.php/jkk/article/view/81. (diakes pada 28 Feb 2018)

Nursalam. (2011). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Agung seto

Oktadiansyah. D., & Yulia. (2014). Kepatuhan Minum Obat Diabetes Pada Pasien Diabetes Militus Tipe 2. http://www.digilib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-09//S56361-Denny%20Oktadiansyah (diakses pada 28 Feb 2018)

Padila, (2012). Keperawatan Medikal Bedah,Yogyakarta: Nuha medika

PERKENI. (2011). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2011. Jakarta: PERKENI

Potter, P,. & Perry, A. (2010). Fundamental Keperawatan (Edisi 7 Buku 1). Indonesia: Salemba Medika

Rasdianah, N., Martodiharjo., Andayani, T.,M & Hakim, L.(2016) Gambaran kepatuhan pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Daerah Istimewa Yogyakarta. http://ijcp.or.id DOI :10.15416/ijcp.2016.5.4.249 (diakses pada 23 februari 2018)

Sastroasmoro, S. 2011 : Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta : Sagung Seto

Smltzer, S.C & Bare, B.G. (2012). Buku Ajar. Keperawatan Medikal Bedah Brunner and Suddarth.edisi 8 vol 3. Jakarta: Penerbit Buku EGC

Srikartika, V, M., Cahya, D.,A & Hardiati. (2016). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Obat Tipe 2. https://journal.ugm.ac.id/jmpf/article/view/29409. (diakses pada 21 Maret 2018)

Stanhope, M & Lancaster, J.(2016). Public health nursing: population centered health care in the community, America: Elseiver

Sugiyono, (2012). Statistika Untuk Penelitian, Bandung : Alfabeta

Sujarweni, W. (2014). Metodologi penelitian lengkap, praktis dan mudah dipahami,Yogyakarta :Pustaka baru press

Tarwoto (2012). keperawatan medikal bedah gangguan system endokrin, Jakarta: Trans Info Medika

Ulum, Z., Kusnanto & Widyawati,I. Y., (2014). Kepatuhan Medikasi Penderita Diabetes Militus Tipe 2 Berdasarkan Teori Health Belief Model (HBM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Surabaya. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-cmsnjfccefe7eed2full.pdf. ( diakses pada 28 Feb 2018)

Utama, (2007). Penatalasanaan Diabetes Militus Terpadu, Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Yasmara, D., Nursiswati & Rosyidah, A. (2016). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Yuliani, F, Oenzil,F & Iryani,D . (2014). Hubungan berbagai faktor resiko terhadap kejadian penyakit jantung koroner pada penderita diabetes mellitus tipe 2. http://jurnal.fk.unand.ac.id (diakses pada 20 maret 2018)

Downloads

Published

2019-10-26