PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN TERAPI FISIK

Authors

  • Erika Dewi Noorratri STIKES ‘Aisyiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikk.v2i1.301

Keywords:

DM, Kualitas hidup, Terapi Fisik

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus adalah kelainan metabolisme yang disebabkan oleh pankreas kronis yang tidak menghasilkan cukup insulin atau secara efektif menghasilkan insulin yang tidak dapat digunakan oleh tubuh. Prevalensi diabetes mellitus yang tergantung insulin pada tahun 2012 di Provinsi Jawa Tengah adalah 0,06 lebih rendah dari tahun 2011 (0,09%). Kabupaten Semarang adalah prevalensi tertinggi 0,66%. Sedangkan pada tahun 2012 prevalensi kasus DM tipe II menurun dari 0,63% menjadi 0,55%. Pada tahun 2014 Kota Sukoharjo melaporkan bahwa sebanyak 5.413 kasus meningkat dibandingkan dengan kasus pada tahun 2013 sebanyak  5.052 kasus. Kualitas hidup sangat penting dalam mengelola suatu penyakit, seperti penyakit DM. Kualitas hidup pasien DM dapat ditingkatkan melalui terapi fisik. Tujuan: Untuk menganalisis peningkatan kualitas hidup pasien DM melalui terapi fisik. Metode: Metode eksperimen semu. Desain tes kelompok sebelum desain dengan kelompok kontrol. Hasil: Pada kelompok perlakuan kualitas hidup pasien DM mengalami peningkatan yang signifikan dari pertemuan pertama sampai keenam, dengan nilai p = 0,000 (p <0,05). Perawatan terapi fisik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien dengan diabetes mellitus, perawatan kontrol tidak secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan diabetes mellitus dan perawatan terapi fisik lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulan: Terapi terapi fisik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien diabetes mellitus.

References

Kemenkes.2014.http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes.pdf

Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC, 2013

Profil Kesehatan Jawa Tengah 2012, http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2012/13_Profil_Kes.Prov.JawaTengah_2012.pdf

Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, 2012.http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KAB_KOTA_2012/3311_Jateng_Kab_Sukoharjo_2012.pdf

Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, 2013. http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KAB_KOTA_2013/3311_Jateng_Kab_Sukoharjo_2013.pdf

Profil Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, 2014. http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KAB_KOTA_2014/3311_Jateng_Kab_Sukoharjo_2014.pdf

Yusra Aini. 2011. Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Fatmaawati Jakarta. Tesis. Universitas Indonesia. 2011.

Taluta ,Y. P.,Mulyadi, H. R., S. (2014). Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Mekanisme Koping pada Penderita Diabetes Mellitus tipe II di Poliklinik Penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo kabupaten Halmahera Utara. http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/4059

Indriyani, Puji,dkk. Pengaruh latihan fisik; Senam Aerobik Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Dm Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Bukateja Purbalingga. Media Ners, Volume 1, Nomor 2, Tahun 2007.

Rusadi, Matrisno, dkk. 2012. Hubungan Pengetahuan dengan Kegagalan Pengobatan Tuberculosis di Puskesmas Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar. Vol.1 No.1 Tahun 2012. ISSN : 2307 2531. Universitasasanudin Makasar

Erni Erawatyningsih, dkk. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Berobat pada Pasien Tuberculosis Paru. Berita Kedokteran Masyarakat, Vol. 25, No. 3, September 2009

Gandini, A dan Rismadewi H. 2013. Latihan Fisik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Husada Mahakam Volume III No. 6, Nopember 2013

Downloads

Published

2019-05-29

Issue

Section

Articles