Motivasi dan Task Value Berhubungan dengan Self-Directed Learning Readiness Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama

Authors

  • Afridatul Luailiyah Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Rizkia Indah Oktaviana Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Kamila Dwi Utami Universitas Islam Sultan Agung Semarang

DOI:

https://doi.org/10.32584/jikj.v4i1.806

Keywords:

motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsic, problem based Learning self-directed learning readiness, task value

Abstract

Sistem pembelajaran Problem Based Learning bertujuan untuk meningkatkan Self-directed learning rediness. Self-directed learning readiness pada mahasiswa kedokteran tingkat pertama di ASIA tergolong rendah. Self-directed learning readiness di pengaruhi faktor internal dan eksternal.Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan motivasi dan task value dengan Self-directed learning readiness mahasiswa kedokteran tahun pertama.Studi observasional analitik dengan cross-sectional design dilakukan pada Agustus 2020. Sampel penelitian adalah mahasiswa aktif tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) untuk melihat tingkat motivasi dan task value yang telah ,  sedangkan untuk melihat Self-directed learning readiness di gunakan Self Directed Learning Readiness Scale(SDLRS).Kuesioner MSLQ mempunyai nilai validitas 0,207 – 0,736 dan reliabilitas 0,865 , sedangkan Kuesioner SDLRS mempunyai nilai validitas 0,510 – 0,782  dan reliabilitas 0,967. Hubungan antar variabel dianalisis dengan uji korelasi Spearman, kemudian untuk menguji factor yang paling berpengaruh di gunakan regresi logistik multinomial.Terdapat perbedaan signifikan antara  motivasi ekstrinsik,motivasi intrinsik dan task value  dengan kesiapan belajar mandiri (p-value < 0,05).Motivasi Intrinsik merupakan factor yang paling berperan penting terhadap Self-directed learning readiness dengan nilai OR sebesar 4,274 (IK95%: 1,608 – 11,355). Mahasiswa dengan tingkat motivasi intrinsik tinggi lebih siap 4,27 kali untuk belajar mandiri. Mahasiswa yang memiliki motivasi interinsik mempunyai kemampuan mengatur waktu dengan baik, mejadikan belajar sebagai kebutuhan,dan dapat belajar dari kesalahan sehingga mereka punya semangat untuk menjadi lebih baik dalam kondisi apapun.

References

Annuar, N. and Shaari, R. (2014)“The Antecedents Toward Self-Directed Learning Among Distance Learner In Malaysian Public Universities,” in Proceeding of the Global Summit on Education GSE 2014. Kuala Lumpur: WorldConferences.net. Available at: https://worldconferences.net/proceedings/gse2014/toc/papers_gse2014/G 081 - Nursyamilah Annuar_The Antecedents Toward Self-Directed_read.pdf.

Ashaeryanto et al. (2019) “Hubungan Motivasi Intrinsik Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Langsung di Fakultas Kedokteran Halu Oleo Universitas Kendari,” Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran, 2(2), pp. 95–101.

Bodkyn, C. and Stevens, F. (2015) “Self-directed learning, intrinsic motivation and student performance,” Caribbean Teaching Scholar, 5(2), pp. 79–93.

Carson, E. H. (2012) Self-Directed Learning and Academic Achievement in Secondary Online Students. University of Tennessee at Chattanooga.

Demak, I. P. K. and Pasambo, T. A. (2016) “Hubungan self directed learning readiness dengan prestasi belajar mahasiswa tahun pertama program studi pendidikan dokter FKIK UNTAD,” Jurnal Ilmiah Kedokteran, 3(2), pp. 31–39.

Faizah, S. R. I., Pamungkasari, E. P. and Randita, A. B. T. (2016) “Hubungan Antara Self-Directed Learning Readiness (Sdlr) Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret,” 5(1), pp. 20–32.

Gunanegara, R. F., Wahid, M. H. and Widyahening, I. S. (2017) “Perbandingan karakteristik mahasiswa, motivasi diri, dan kesiapan penerapan self directed learning pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas kristen maranatha,” Journal Of Medicine & Health, 1(5), pp. 456–469. doi: 10.28932/jmh.v1i5.541. DOI: https://doi.org/10.28932/jmh.v1i5.541

Lai, E. R. (2011) “Motivation: A Literature Review,” Pearson, pp. 1–44. DOI:10.5901/mjss.2014.v5n3p175

Meity, N., Prihatiningsih, T. S. and Suryadi, E. (2017) “Penerapan Self-Directed Learning Melalui Sistem PBL Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Asia: Suatu Kajian Literatur,” Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia; The Indonesian Journal of Medical Education, 6(3), pp. 133–140. doi.org/10.22146/jpki.32227

Nyambe, H., Harsono and Rahayu, G. R. (2016) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Self Directed Learning Readiness pada Mahasiswa Tahun Pertama, Kedua, dan Ketiga di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam PBL,” Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia, 5(2), pp. 67–77. doi: 10.22146/jpki.25318. doi.org/10.22146/jpki.25318

Putri, D. A., Ayusari, A. A. and Suyatmi (2015) “Perbedaan Self Directed Learning Readiness pada Mahasiswa Pendidikan Dokter FK UNS Semester I dan Semester VII,” Nexus Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan, 4(2), pp. 76–84. Available at: http://eprints.uns.ac.id/17429/.

Saeid, N. and Eslaminejad, T. (2017) “Relationship between Student’s Self-Directed-Learning Readiness and Academic Self-Efficacy and Achievement Motivation in Students,” International Education Studies, 10(1), pp. 225–232. doi: 10.5539/ies.v10n1p225.

Shadiqin, A. F., Lestari, S. M. P. and Setiawati, O. R. (2013) “Hubungan Motivasi Belajar Dengan Tingkat Self Directed Learning Readiness (Sdlr) Pada Mahasiswa Pendidikan Sarjana Kedokteran Angkatan 2013 DI.” DOI: https://doi.org/10.33024/.v3i1.725

Subramaniam, S. and Pushparani, J. P. (2018) “a Study To Assess the Readiness of Medical Students Towards Self- Mbbs Students in a Medical College of Chennai , 2017 .,” International Journal of Medical Science and Education, 5(June), pp. 188–198.

Sugianto, I. M. and Lisiswanti, R. (2016) “Tingkat self directed learning readiness (SDLR) pada mahasiswa kedokteran,” Majority, 5(5), pp. 27–31.

Surbakti, E. S. B., Oktaria, D. and Rodiani (2019) “Hubungan Motivasi Belajar terhadap Self Directed Learning Readiness Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung The Relationship Between Learning Motivation and Self Directed Learning Readiness Student in Medical Faculty of Lampung University,” jurnal agromedicine, 6(1), pp. 139–144.

Syah, F. K. (2014) Hubungan Antara Motivasi Akademik Ekstrinsik Dan Self Directed Learning Readiness Pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Universitas Sebelas Maret. Available at: https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/37984/Hubungan-Antara-Motivasi-Akademik-Ekstrinsik-Dan-Self-Directed-Learning-Readiness-Pada-Mahasiswa-Program-Studi-Kedokteran-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Sebelas-Maret.

Triastuti, J. (2016) “The Relationship of Self-Directed Learning Readiness and Learning Motivation Towards Learning Achievement of First Year Medical Students,” The 2nd International Conference on Science, Technology, and Humanity, (2), pp. 1–16.

Wardani, R. R. E. K. (2015) “Hubungan antara Motivasi Akademik Intrinsik dengan Self Directed Learning Readiness (SDLR) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.” UNS (Sebelas Maret University).

Downloads

Published

2021-02-28

How to Cite

Luailiyah, A., Oktaviana, R. I., & Utami, K. D. (2021). Motivasi dan Task Value Berhubungan dengan Self-Directed Learning Readiness Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 4(1), 33–42. https://doi.org/10.32584/jikj.v4i1.806