Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan

Authors

  • Evy Noorhasanah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Nor Isna Tauhidah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.32584/jika.v4i1.959

Keywords:

ibu, pola asuh, stunting

Abstract

Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik anak. Penyebab stunting diantaranya faktor gizi, pemberian ASI eksklusif, tingkat pendidikan, pengetahuan ibu dan riwayat BBLR. Dukungan asupan gizi yang baik untuk anak memerlukan kemampuan ibu dalam memberikan pengasuhan pada anak. Latar belakang pendidikan orang tua juga merupakan unsur penting dalam menentukan status gizi anak. Tujuan penelitian mengidentifikasi hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 88 dengan teknik sampling yang digunakan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 55,7% responden dengan pola asuh buruk memiliki anak pendek dan sangat pendek dan terdapat  hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan dengan p-value  0,01. Saran kepada pihak instansi pendidikan, puskesmas, dan ibu yang memiliki balita hendaknya saling bersinergi untuk meningkatkan status gizi balita yang dimulai dari menambah wawasan atau pengetahuan pentingnya pola asuh yang baik agar mengurangi resiko stunting.  

References

Ayu, N. et al. (2020) ‘Kejadian Stunting Berkaitan Dengan Perilaku Merokok Orang Tua mengetahui “ Kejadian Stunting Berkaitan kuantitatif yang menggunakan desain orangtua balita di Wilayah kerja Puskesmas 57 orang . Penelitian ini menggunakan univariat data yang diperoleh dari’, Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 3(2), pp. 24–30.

Aridiyah FO, R. N. (2015). Faktor-faktor yang behubungan dengan kejadian Stunting pada usia 25-60 bulan. Jurnal Pustaka Kesehatan, 163-170.

Ariyanti, S. (2015). Analisis Faktor Resiko Kejadian Stinting pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Pidie (Tesis). Repository Universitas Diponegoro.

Basri Aramico, T. S. (2013). Hubungan sosial ekonomi, pola asuh, pola makan dengan stunting pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia.

Dasman, H. (2019). Empat Dampak Stunting bag Anak dan Negara Indonesia. The Conversation .

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2019). Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Provinsi Kalimantan Selatan.

Febriani Dwi B, N. A. (2020). Hubungan antara Pola Asuh Keluarga dengan Kejadian Balita Stunting pada Keluarga Miskin di Palembang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas.

Hermawan, D. J. (2020). Pentingnya Pola Asuh Anak Dalam Pebaikan Gizi Untuk Mencegah Stunting Sejak Dini di Desa Brumbungan Lor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Jurnal Abdi Panca Marga.

Istiany, A. &. (2013). Gizi Terapan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kemenkes RI. (2018). Pusat Data Dan Indormasi Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan.

Kemenkes RI. (2018). Stunting Report. Indonesia: KementerianKesehatanRepublik Indonesia.

Kementerian Kesehatan. (2016). Pemantauan Status Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

Mustamin, R. A. (2018). Tingkat Pendidikan Ibu dan Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di provinsi Sulawesi Selatan. Media Gizi Pangan, 25-32.

Nurmalasari, Y., Anggunan, A. and Febriany, T. W. (2020) ‘Hubungan Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulantingkat Pendidikan Ibu Dan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-59 Bulan Di Desa Mataram Ilir Kecamatan Seputih Surabaya Tahun 2019’, Jurnal Kebidanan Malahayati, 6(2), pp. 205–211. doi: 10.33024/jkm.v6i2.2409.

Nurmalasari, Y. and Septiyani, D. F. (2019) ‘Pola Asuh Ibu Dengan Angka Kejadian Stunting Balita Usia 6-59 Bulan’, Jurnal Kebidanan, 5(4), pp. 381–388.

Oktavia Ningtias, L. and Solikhah, U. (2020) ‘Perbedaan Pola Pemberian Nutrisi pada Balita dengan Stunting dan Non-Stunting di Desa Rempoah Kecamatan Baturaden Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 3(1), pp. 1–8.

Rahmayana, I. A. (2015). Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan Di Posyandu Asoka II Wilayah Pesisir Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar Tahun 2014. Sl-Sihah Public Health Science Journal, 424-236.

Renyoet, B. S. (2012). Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting anak usia 6-23 bulan di wilayah pesisir kecamatan tallo kota makassar. Jurnal Nutrient Science (PA-NSC, 1-13.

Risani R, N. (2017). Pola Asuh pemberian makan pada Bayi Stunting Usia 6-12 bulan di kabupaten sumba tengah , Nusa Tenggara Timur. Journal of Nutrition College.

WHO. (2018). Level And Trend In Child Malnutrition. WHO. Retrieved from Level And Trend In Child Malnutrition. https://www.who.int/nutgrowthdb/2018-jme-brochure.pdf : Level And Trend In Child Malnutrition. https://www.who.int/nutgrowthdb/2018-jme-brochure.pdf

Yudianti, R. H. (2016). Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Manarang, 21-25.

Downloads

Published

2021-06-09

How to Cite

Evy Noorhasanah, & Nor Isna Tauhidah. (2021). Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan . Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(1), 37–42. https://doi.org/10.32584/jika.v4i1.959

Issue

Section

Articles