Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dan Kelengkapan Imunisasi dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia 12-24 Bulan

Authors

  • Fitri Wahyuni STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
  • Ulvi Mariati STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
  • Titi Septia Zuriati STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang

DOI:

https://doi.org/10.32584/jika.v3i1.485

Keywords:

ASI Eksklusif, ISPA, Kelengkapan Imunisasi5

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 kejadian ISPA di Indonesia sebesar 4.4% dan diketahui kejadian di provinsi Sumatera Barat mencapai 4.1%. Penyakit ISPA di Puskesmas Lubuk Buaya Padang menjadi penyakit urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pemberian ASI eksklusif dan kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA pada anak usia 12-24 bulan. Jenis penelitian Analitik dengan rancangan Case Control dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya dimulai tanggal 10 sampai 24 Mei 2019. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling pada kelompok  kasus dan dengan metode pencocokan (matching) pada kelompok control dengan perbandingan 1 : 1, total responden pada penelitian ini adalah 78 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan pemberian ASI  eksklusif dengan kejadian ISPA pada anak usia 12-24 bulan, (ρ value= 0.007 dan OR = 4.018) dan ada hubungan kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA pada anak usia 12-24 bulan, didapatkan nilai (ρ value = 0.002 dan OR = 5.091). Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA pada anak usia 12-24 bulan diwilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2019.5Based on 2018 Riskesdas data, the incidence of ARI (Acute Respiratory Infection) in Indonesia is 4.4%. The incidence of ARI in West Sumatra province reached 4.1%. ARI at the Lubuk Buaya Health Center in Padang is the first of 10 diseases in children. Analytical research with Case Control design was conducted in the working area of the Lubuk Buaya Health Center from 10 to 24 May 2019. Samples were taken by simple random sampling technique in case groups and by matching methods in control groups with a ratio of 1: 1, a total of 78 respondents. The instruments used were questionnaires and observation sheets. The results showed that 52.56% of children who did not receive exclusive breastfeeding did not receive complete immunizations. Bivariate analysis shows there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of ARI in children aged 12-24 months, (values ρ = 0.007 and OR = 4.018). There is a correlation between the completeness of immunization with the incidence of ARI in children aged 12-24 months, obtained values (values ρ = 0.002 and OR = 5.091). The conclusion from the results of this study found a relationship between exclusive breastfeeding and completeness of immunization with the incidence of ARI in children aged 12-24 months in the working area of Lubuk Buaya Health Center in 2019.

Author Biography

Fitri Wahyuni, STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang

Keperawatan Anak

References

Afriani, T. Adrajati, R & Supardi, S. (2014). Faktor -Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Anak dan Pengelolaan Vaksin di Puskesmas dan Posyandu Kecamatan X Kota Depok. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Volume. 17 (2). Hal : 135–142.

Agustin, R, Laelia, L & Idaningsih, A. (2018). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian ISPA (Batuk Non Pneumonia) Pada Balita Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Dtp Maja Kabupaten Majalengka Tahun2016. Jurnal Kampus Stikes YPIB Majalengka. Volume VII (XIV).

Dinas Kesehatan Kota Padang. (2017). Data kejadian ISPA pada balita. Padang: Dinas Kesehatan Kota Padang.

Desiyana, F, Lubis, Z & Nasution E. (2017). Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja PuskesmasSawit Seberang Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten LangkatTahun 2017.

Ernawati, Bahktiar & Tahli, T. (2016). Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Ibu dalam Memberikan ASI Eksklusif Melalui Edukasi Kelompok. Jurnal Keperawatan Indonesia volume 2 (2). ISSN: 2338-6371.

Febriani, R & Hayati, H. (2014). Kejadian ISPA Pada Periode Tahun Pertama Kehidupan Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran MAS: Dilihat Dari Pemberian ASI Eksklusif.

Herlayati, W. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Tais Tahun 2018. Journal of Nursing and Public Health. Volume 6 (2).

Heryanto, E. (2016). Hubungan Status Imunisasi, Status Gizi, dan ASI Eksklusif Dengan Kejadian ISPA pada Anak Balita di Balai Pengobatan UPTD Puskesmas Sekar Jaya Kabupaten Ogan Kom Ering Ulu Tahun 2016. Volume 1 (1).

Hidayatullah, L. M, Helmi, Y & Aulia, H.(2014). Hubungan Antara Kelengkapan Imunisasi Dasar Dan Frekuensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Yang Datang Berkunjung Ke Puskesmas Sekip Palembang 2014. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, Volume 3(3).

Juliani, S. Arma, N. (2018). Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Keberhasilan ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kecamatan Medan Petisah. Jurnal kebidanan komunitas. Volume 1 (3). Hal. 115-124. e-ISSN 2614-7874.

Kementerian Kesehatan RI Riset Kesehatan Dasar (2018). Jakarta: RISKESDAS.

M, Amar, Taksande & Yoele. (2015). Risk factors of Acute Respiratory Infection (ARI) in under-fives in a rural hospital of Central India. Journal of Pediatric and Neonatal Individualized Medicine. doi : 10.7363/050105.

Malik, I. Machfoed, I & Mahfud. (2015). Cakupan Imunisasi Dasar dengan Kejadian ISPA pada Balita Usia 1-3 Tahun di Wilayah Puskesmas Wonosari 1 Kabupaten Gunungkidul. JNKI, Volume 3 (1).

Marcdante, K, Kliegmen, R, Jenson, H & Behrman, R. (2013). Ilmu kesehatan anak esensial. Edisi 6. Jakarta : EGC.

Maryunani, A. (2012). Inisiasi Menyusui Dini, ASI eksklusif, dan Managemen Laktasi. Jakarta : Trans Info Media.

Masela, H.R. Kawengian, S & Mayulu, N. (2015). Hubungan Antara Pemberian ASI Ekslusif dengan Riwayat Penyakit Infeksi Pada Anak Umur 1- 3 Tahun di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolang Mongondow Induk. Jurnal e-Biomedik (eBm), Volume 3 (3).

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Novidiyanti & Sarwinanti. (2017). Faktor-Faktor Penghambat Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Di Puskesmas Danurejan I Kota Yogyakarta Tahun 2017.

Nursalam. (2012). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Edisi 2. Jakarta : Salemba Medika.

Nur, F, Febriani, Y & Nugraheni, A. (2017). Hubungan Antara Status Imunisasi Dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Puskesmas Ngoresan Surakarta.

Nuzula, F & Yulia, R. (2017). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibaru Kabupaten Banyuwangi.

Oktaviani, I, Hayati, S & Supriayatin, E. (2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Puskesmas Garuda Kota Bandung. Jurnal keperawatan. Volume 11 (2).

Pujiani & Rahmawati, M. (2014). Analisis Faktor Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Edu Health, Volume 4 (1).

Prihanti, G.S, Rahayu, M.P & Abdullah, M.N. (2016). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Status Kelengkapan Imunisasi. Volume 12 (2).

Profil Kesehatan Indonesia (2017). Jakarata: Kementerian Kesehatan RI.

Rahman, A dan Nur, A. (2015). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Managaisaki. Jurnal Kesehatan Tadulako Volume 1 (1).

Tromp Et All. (2017). Breastfeeding and the risk of respiratory tract infections after infancy: The Generation R Study. doi : 10.1371.

World Health Statistic (WHO). (2016). Statistical data on Acute Respiratory Infection (ARI) events in infants.

Downloads

Published

2020-05-31

Issue

Section

Articles