Pengaruh Intervensi Psikoedukasi Berbasis Spiritual terhadap Kecemasan Anak Presirkumsisi

Suci Ratna Estria, Dayat Trihadi

Abstract


Sirkumsisi merupakan intervensi medis yang diwajibkan oleh sebagian ulama khususnya untuk muslim laki-laki. Di Indonesia sirkumsisi biasanya dilakukan ketika anak berusia 5-12 tahun. Prosedur sirkumsisi dengan cara pemotongan kulit penis, sering kali menjadi hal yang menakutkan bagi anak-anak sehingga mempengaruhi kesehatan jiwa seperti kecemasan. Kecemasan pada anak dapat diatasi dengan berbagai metode, salah satunya adalah dengan intervensi psikoedukasi yang berbasis spiritual. Tujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi psikoedukasi berbasis spiritual terhadap kecemasan anak presirkumsisi. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan menggunakan dua kelompok, responden sebanyak 32 anak, alat ukur menggunakan kuesioner SCARED. Skor kecemasan sebelum dilakukan intervensi pada kelompok kontrol adalah 63,14 dan kelompok intervensi 65,94 dan skor kecemasan setelah dilakukan intervensi pada kelompok control 66,03 dan kelompok intervensi 57,58. Hasil uji t-independent didapatkan p value 0,0001, maknanya terdapat pengaruh intervensi psikoedukasi berbasis spiritual terhadap kecemasan responden. Kecemasan  pada anak yang akan dilakukan tindakan medis jika tidak diatasi dapat menyebabkan masalah psikologis yang berkepanjangan, salah satu untuk mengatasi kecemasan tersebut adalah dengan intervensi psikoedukasi berbasis spiritual, hal tersebut merupakan koping yang adaptif karena responden mampu memahami dan menerima rasa sakitnya dengan mindset secara spiritual. Psikoedukasi berbasis spiritual dapat menurunkan skor kecemasan responden.

 

Kata kunci: Psikoedukasi, sirkumsisi, spiritual.

 

Abstract

The effect of spiritually based psychoeducation interventions on preschool-related children's anxiety. Circumcision is a medical intervention that is required by some Ulama especially for male Muslims. In Indonesia circumcision is usually done when children are 5-12 years old. The procedure of circumcision by cutting the skin of the penis, often becomes a frightening thing for children that affects mental health such as anxiety. Anxiety in children can be overcome by various methods, one of which is psychoeducation based on spiritual intervention. Objective to determine the effect of spiritually based psychoeducation interventions on preschool-related children's anxiety. The design of the study was quasi-experimental using two groups, respondents are 32 children, measuring instruments using the SCARED questionnaire. Anxiety score before intervention in the control group was 63.14 and the intervention group 65.94 and anxiety scores after intervention in the 66.03 control group and intervention group 57.58. The independent t-test results obtained p value 0,0001, meaning there is an effect of spiritual-based psychoeducation intervention on respondents' anxiety. Anxiety in children can cause prolonged psychological problems, one of which is to handle these anxiety with a spiritually based psychoeducation intervention, this is adaptive coping because respondents are able to understand and accept the pain with a mindset spiritual. Conclusion: Spiritual based psychoeducation can reduce respondents' anxiety scores.

 

Keywords: circumcision, psychoeducation, spiritual.


Keywords


psikoedukasi, sirkumsisi, spiritual.

References


Allender, J.A, Rector, C., Warner, K.D. 2014. Community and Public Health Nursing: Promoting the public health, 8th edition, Philadelphia: Lippincott

Hogan, Mary Ann (2014) Nursing Fundamental : Pearson Reviews and Rationales. 3rd edition, https://www.amazon.com/Pearson-Reviews-Rationales-Nursing-Fundamentals/dp/0133083594

Huang, Fei-Hui (2015) Explore homecare needs and satisfaction for elderly people with chronic disease and their family members, Procedia manufacturing 3 (1730-179), Elsevier

Iswarawanti, D.N (2010) Kader posyandu: peranan dan tantangan pemberdayaannya dalam usaha peningkatan gizi anak di Indonesia. JMPK, 13(4): 169 – 173

Kemenkes RI (2016) Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

Kemenkes RI (2017) Pedoman Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

Liimatta, H, Lampela, P, Laitinen-Parkkonen, Pitkala, K.H. (2016) Effect of preventive home visits on older people’s use and costs of health care services: A systematic review, European Geriatric Medicine 7 (571-580), Elsevier

Mujiati, Mujiati, Yuniar, Yuyun (2016) Ketersediaan sumber daya manusia kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam era Jaminan Kesehatan Nasional di delapan Kabupaten-Kota di Indonesia, Media penelitian dan pengembangan pelayanan kesehatan, Vol. 26 No.4, Kementerian Kesehatan RI

Newman, Diana, M.L (2005) A Community Nursing Center: for the health promotion of senior citizens based on The Neuman System Model. Nursing education perspective. Vol. 26 No. 4

Notoatmojo, Soekidjo (2007) Promosi kesehatan dan ilmu perilaku, Rineka cipta

Permenkes No. 39 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga. www.depkes.go.id

Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. www.depkes.go.id




DOI: http://dx.doi.org/10.32584/jpi.v3i3.433

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




StatCounter - Free Web Tracker and Counter

View My Stats 

Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Central Java Nursing Center, Jl. Yos Sudarso No. 47-49 Genuk, Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tel / fax : (024) 769 13574 / (024) 769 13575 | Email: jurnalppnijateng@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.