Hubungan Pengetahuan Ibu, Pola Pemberian Makan, Dan Pendapatan Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Dibawah Lima Tahun: Penerapan Health Belief Model

Sodikin Sodikin, Suryo Endiyono, Fitria Rahmawati

Abstract


Masalah status gizi balita di Indonesia cukup memprihatinkan. Faktor predisposisi yang menjadi penyebab masalah ini masih sangat sedikit diketahui. Pendekatan teori Health Belief Model (HBM) diharapkan dapat menjelaskan faktor-faktor orangtua yang berhubungan dengan status gizi anak usia dibawah lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan pengetahuan ibu, pola pemberian makan, dan pendapatan keluarga terhadap status gizi anak usia di bawah lima tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 189 responden dan  sampel berjumlah 65 responden dengan teknik  simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi kerentanan yang dirasakan (perceived susceptibility) yang berhubungan dengan status gizi anak di bawah usia lima tahun yaitu pengetahuan (p = 0.034), pola pemberian makan (p = 0.008), dan pendapatan keluarga (p = 0.004). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan yang dirasakan (perceived susceptibility) yaitu pengetahuan, pola pemberian makan dan pendapatan keluarga dengan status gizi anak usia di bawah lima tahun.

Keywords


pendapatan keluarga; pengetahuan ibu; pola pemberian makan; status gizi anak Balita

Full Text:

PDF

References


Ali, N. S. (2002). Prediction of coronay heart disease preventive behaviors in women: a test of the health belief model. Women & Health, 35(1), 83-96.

Arisman. (2007). Buku Ajar Ilmu Gizi, Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.

Berk, L. E. (2000). Child Develompent. 5th Ed. Massachusetts: Allyn & Bacon..

Depkes RI. (2003). Pedoman Penilaian Pertumbuhan Anak. Jakarta: Depkes RI

Fauziah, N. I, Djuari, L., & Arief, S. Y. (2015). Pengembangan model perilaku ibu dalam pencegahan gizi buruk. Jurnal Ners, 10(2), 195-200.

Graham, M. E. (2002). Health beliefs and self breast examination in black women. Journal of Cultural Diversity. 9(2), 49-54.

Jones & Bartlett. (2010). Health Belief Model. Chapter 4. Diakses 17 Maret 2018. http://www.jblearning.com/samples/0763743836/chapter%204.pdf

Junaidi. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di taman kanak-kanak Nurul Huda Kecamatan Indra Jaya Kabupaten Pidie 2012. Sains Riset, 3(1), 1-11.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Pusat Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Kristanti, E. E & Sari, W. K. A. D. (2016). Perbedaan staus gizi anak pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Jurnal Stikes, 9(2), 183-145.

Krisnansari, D. (2010). Nutrisi dan gizi buruk. Mandala of Health, 4(1), 60-68 .

Lestari, D. N. (2016). Analisis determinan gizi kurang pada balita di Kulon Progo, Yogyakarta. Indonesia Journal of Nursing Practices. 1(1), 15-21.

Marni. (2014). Buku ajar keperawatan pada anak dengan gangguan pernapasan. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Martinah. (2008). Gizi buruk dan tanggung jawab pemerintah. Jakarta: FK-UI

Masyitha. (2011). Hubungan antara status ekonomi dengan status gizi balita di Desa Sarirogo Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Karya Tulis Ilmiah. STIKES YARSIS Surabaya.

Mubarak, W. I., dan Chayatin, N. (2009). Ilmu kesehatan masyarakat teori dan aplikasi. Salemba Medika: Jakarta.

Nancy, Y. (2005). Pedoman umum gizi seimbang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Notoatmodjo. S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Upaya perbaikan gizi. Jakarta: Depkes RI.

Pieter, H. Z. & Lubis, N. L. (2010). Pengantar psikologi dalam keperawatan. Jakarta: Kencana.

Sulaeman, S. E. (2016). Pembelajaran dan teori perilaku kesehatan: Konsep dan aplikasi. Solo: UPT UNS Press.

Sodikin. (2011). Asuhan keperawatan anak gangguan sistem gastrointestinal dan hepatobilier. Jakarta: Salemba Medika.

Sodikin. (2012). Keperawatan anak gangguan pencernaan. Jakarta: EGC.

Stanhope, M. & Lancaster, J. (2012). Public Health Nursing Population Centered Health Care in The Community. 8th ed. Missouri: Elsevier.

Supariasa, I. D. N., Bakri, B,. & Fajar, I. (2002). Penentuan status gizi. Jakarta: EGC.

Timmreck, T. C. (2001). Managing motivation and developing job satisfaction in the health care work environment. The Health Care Manager, 20(1), 42-58.

Walker, S., Pullen, C., Hertzog, M., Broekner, L., & Hageman, P. (2006). Determinants of older rural women’s activity and eating. Western Journal of Nursing Research, 449-474.




DOI: http://dx.doi.org/10.32584/jika.v1i1.99

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Central Java Nursing Center, Jl. Yos Sudarso No. 47-49 Genuk, Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Tel / fax : (024) 769 13574 / (024) 769 13575 | Email: jurkep.anak@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.